Pemerintah Targetkan Vaksinasi Covid-19 kepada 60 Ribu Pekerja Seni

  • 20 April 2021 21:10 WITA

Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
(Kemenparekraf) memfasilitasi pekerja seni dan pelaku ekonomi kreatif untuk mendapat vaksinasi virus corona (Covid-19). 

Staf Ahli Manajemen Krisis Kemenpareraf Henky Manurung mengatakan, ada sekira 60 ribu
pekerja seni dan hampir 50 ribuan pekerja ekonomi kreatif yang terdata untuk menerima vaksin Covid-19. 

Baca juga: BPJS Kesehatan Jalin Kerjasama dengan Kejari Badung

“Kami sudah informasikan dan kondisikan agar Dinas Pariwisata mensuplai data peserta. Harapannya ini nanti 
jadi data kita bersama,” kata Henky dalam diskusi daring 'Gerak Aktif Pemerintah Vaksinasi Pekerja Kreatfi', Selasa (20/4/2021).

Henky mejelaskan, pihaknya melakukan vaksinasi Covid-19 kepada pelaku seni dan ekonomi kreatif untuk memberikan jaminan bahwa sektor tersebut aman. 

“Selain itu tingginya minat pelaku usaha ekonomi kreatif 
untuk vaksinasi juga suatu pertanda positif,” ujarnya.

Baca juga: Dua Penyuap Mantan Mensos Juliari Batubara Dituntut 4 Tahun Penjara

Disisi lain, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi mengatakan vaksinasi bagi pekerja seni tersebut bisa dilakukan lewat beberapa jalur. 

Pertama, melalui asosiasi profesi pekerja seni, dan Kedua melalui 
Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang nantinya akan dijadwalkan Dinas Kesehatan 
setempat. 

"Untuk pekerja seni memang kita dorong melakukan vaksinasi di sentra-sentra vaksinasi yang 
besar seperti di Istora, sehingga fasilitas layanan kesehatan seperti puskesmas fokus melayani 
vaksinasi lansia,” ujarnya. 

Menurut Siti, vaksinasi terhadap apra pekerja seni sudah termasuk dalam perhitungan 17 juta pekerja publik yang menjadi sasaran vaksinasi tahap kedua. 

“Sehingga ini 
tidak mengganggu pelaksanaan vaksinasi bagi golongan lansia,” terangnya.

Sementara itu, terkait dengan ketersediaan vaksin,, Juru Bicara Vaksinasi 
Covid-19 dari Bio Farma, Bambang Heriyanto menyebut untuk mencapai herd immunity, kebutuhan vaksinnya 
mencapai 426 juta dosis.

“Kemarin sudah datang kembali Sinovac dalam bentuk bulk sebanyak 
6 juta dosis, totalnya kini ada 59,5 juta dosis dari komitmen 140 juta dosis vaksin dari Sinovac,” 
ujarnya.

Dengan kedatangan vaksin tersebut, suplai dari Bio Farma bisa mencukupi untuk melaksanakan 
vaksinasi tahap kedua ini. 

Baca juga: KPK Larang Pengacara Lucas Pergi ke Luar Negeri, Kenapa?

“Kami juga sudah mendistribusikan 20 juta dosis ke seluruh Indonesia 
sejauh ini dan angka vaksinasi hingga saat ini mencapai 17 juta dosis. Kita masih ada stok 
sebanyak 15 juta dosis lagi yang menunggu slot rilis dari Badan POM," pungkasnya.

(ads)



TAGS :

Komentar