Proyek Bansos Corona, Mantan Mensos Juliari Didakwa Terima Suap Rp32 Miliar

  • 21 April 2021 15:35 WITA
Mantan Mensos Juliari Batubara hadir langsung dalam sidang perdananya di PN Jakarta Pusat
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara didakwa telah menerima suap terkait penunjukan sejumlah perusahaan penggarap proyek bansos Covid-19. Ia didakwa menerima suap sebesar Rp32.482.000.000 dari para pengusaha penggarap proyek bansos.

Demikian dibeberkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ikhsan Fernandi saat membacakan surat dakwaan Juliari Peter Batubara di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (21/4/2021).

Baca juga: Pimpinan KPK Datangi Lapas Tangerang, Ada Apa?

"Padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya," kata Jaksa KPK Ikhsan Fernandi.

Jaksa Ikhsan membeberkan, uang sebesar Rp32 miliar itu diterima Juliari melalui anak buahnya di Kemensos yakni, Plt Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Kemensos, Adi Wahyono, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pengadaan Bansos Covid-19, Matheus Joko Santoso.

Baca juga: Dua Penyuap Mantan Mensos Juliari Batubara Dituntut 4 Tahun Penjara

Adapun, rincian uang yang diterima Juliari melalui Adi Wahyono dan Matheus Joko yakni, berasal dari Konsultan Hukum, Harry Van Sidabukke, senilai Rp1,28 miliar. Kemudian, dari Presiden Direktur PT Tigapilar Agro Utama, Ardian Iskandar Maddanatja, sejumlah Rp1,95 miliar, serta sebesar Rp29 miliar berasal dari para pengusaha penyedia barang lainnya.

"Terdakwa selaku Menteri Sosial RI sekaligus pengguna anggaran di Kemensos RI mengetahui atau patut menduga uang-uang tersebut diberikan karena terkait dengan penunjukan PT Pertani (Persero), PT Mandala Hamonangan Sude, dan PT Tigapilar Agro Utama, serta beberapa penyedia barang lainnya dalam pengadaan bansos sembako," ucapnya.

Baca juga: KPK Larang Pengacara Lucas Pergi ke Luar Negeri, Kenapa?

Atas perbuatannya, Juliari Batubara didakwa melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Juncto Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(ads)



TAGS :

Komentar