Penyidik KPK dari Polri Ditetapkan Tersangka Penerima Suap Walkot Tanjungbalai

  • 23 April 2021 09:47 WITA
Ketua KPK menggelar konpers penetapan tersangka dugaan penerimaan suap oleh oknum penyidiknya
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan oknum penyidiknya yang berasal dari Polri, Stepanus Robin Pattuju (SRP) sebagai tersangka. Stepanus Pattuju ditetapkan sebagai tersangka penerima suap Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial, terkait dugaan upaya penghentian penyelidikan perkara korupsi di lingkungan Pemkot Tanjungbalai.

Stepanus Robin Pattuju ditetapkan sebagai tersangka bersama dua orang lainnya yakni, M Syahrial (MS), sebagai tersangka pemberi suap. Kemudian, seorang pengacara rekan Stepanus Pattuju, MH yang diduga perantara suap. 

Baca juga: Oknum Penyidik KPK Asal Polri Diduga Peras Wali Kota Tanjungbalai Rp1,5 Miliar

"Setelah melakukan proses penyelidikan dan menemukan bukti permulaan yang cukup, KPK menetapkan tiga orang sebagai tersangka," kata Ketua KPK Firli Bahuri di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (22/4/2021), malam.

Stepanus Pattuju dibantu MH diduga bermufakat jahat dengan M Syahrial. Pemufakatan jahat tersebut yakni berkaitan dengan rencana penghentian penyelidikan perkara dugaan suap jual-beli jabatan di lingkungan Pemkot Tanjungbalai. Diduga, M Syahrial terjerat dalam kasus tersebut.

M Syahrial sepakat menyiapkan dana Rp1,5 miliar untuk Stepanus Pattuju dan MH agar bisa menghentikan penyelidikan dugaan suap jual-beli jabatan tersebut. Kesepakatan itu terjadi di rumah dinas Wakil Ketua DPR asal Golkar Aziz Syamsuddin, Jakarta Selatan.

"SRP bersama MH sepakat untuk membuat komitmen dengan MS terkait penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai untuk tidak ditindaklanjuti oleh KPK dengan menyiapkan uang sebesar Rp1,5 miliar," beber Firli.

Baca juga: KPK Usut Dugaan Suap terkait Mutasi Jabatan di Tanjungbalai

Namun, dari kesepakatan awal Rp1,5 miliar, Stepanus Pattuju baru menerima uang suap total Rp1,3 miliar. Uang itu diberikan M Syahrial melalui transfer ke rekening bank milik Riefka Amalia.

Kini, lembaga antirasuah resmi menahan Steppanus Robbin Pattuju dan MH untuk masing-masing untuk 20 hari ke depan terhitung dimulai pada 22 April 2021 sampai dengan 11 Mei 2021. Stepanus ditahan di Rutan KPK Gedung Merah Putih, sedangkan MH ditahan pada Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur.

Sementara itu, Muhammad Syahrial belum dilakukan penahanan oleh KPK. Sebab sampai saat ini, penyidik masih memeriksa Syahrial secara intensif dalam kapasitasnya sebagai tersangka.

"Tersangka MS sampai saat ini masih dilakukan pemeriksaan intensif," tegas Firli.

Baca juga: KPK Periksa Penyidik Asal Polri Pemeras Wali Kota Tanjungbalai

Atas perbuatannya, Stepanus dan MH disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 dan Pasal 12B UU Nomor 31 Tahun 1999 UU Nomor 20 sebagaimana yang telah diubah dan ditambah UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. 

Sedangkan Syahrial disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 UU Nomor 20 sebagaimana yang telah diubah dan ditambah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

(ads)



TAGS :

Komentar