KPK Jebloskan Wali Kota Tanjungbalai ke Penjara

  • 24 April 2021 20:45 WITA
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Wali Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, M Syahrial (MS), hari ini. Politikus Golkar itu dijebloskan ke penjara setalah menjalani pemeriksaan dalam kapasitasnya sebagai tersangka pemberi suap.

"Untuk kepentingan penyidikan, tim penyidik melakukan penahanan pada tersangka MS," kata Ketua KPK Firli Bahuri saat menggelar konpers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (24/4/2021).

Baca juga: RAN : Kalau Mensos Juliari Bisa Ditetapkan Tersangka, Kenapa Aziz Syamsuddin Tidak?

Syahrial bakal menjalani masa penahanan pertamanya selama 20 hari kedepan sejak 24 April hingga 13 Mei 2021. Syahrial akan ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) KPK di Kavling C1 Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Sebagai upaya antisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan Rutan KPK, Syahrial akan lebih dahulu menjalani isolasi mandiri selama 14 hari pada Rutan KPK Kavling C1.

Dalam kasus ini, KPK menjerat penyidiknya yang berasal dari Polri, AKP Stepanus Robin Pattuju, pengacara Maskur Husain, dan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial. Robin dan Maskur diduga menerima suap dari Syahrial sebesar Rp 1,3 miliar dari komitmen fee Rp 1,5 miliar.

Baca juga: Penyidik KPK dari Polri Ditetapkan Tersangka Penerima Suap Walkot Tanjungbalai

Suap dilakukan agar Stepanus Robin membantu menghentikan penyelidikan kasus dugaan korupsi di Pemerintahan Kota (Pemkot) Tanjungbalai. KPK menduga ada keterlibatan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin dalam kasus ini. 

KPK menduga Azis meminta Stepamus Robin agar membantu mengurus perkara Syahrial di KPK. Azis Syamsuddin dan Syahrial merupakan politikus Partai Golkar.

Tak hanya iti KPK menduga, Maskur juga menerima uang dari pihak lain sekitar Rp 200 juta, sedangkan Stepanus dari Oktober 2020 sampai April 2021 juga diduga menerima uang dari pihak lain melalui transfer rekening bank atas nama Riefka sebesar Rp 438 juta. KPK memastikan akan mendalami penerimaan uang dari pihak lain tersebut. 

Baca juga: KPK Didesak Usut Keterlibatan Wakil Ketua DPR Aziz Syamsuddin

Atas perbuatannya, Stepanus dan Maskur disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Sedangkan, Syahrial disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

(ads)



TAGS :

Komentar