Geledah Rumah Dinas Hingga Ruang Kerja Azis Syamsuddin di DPR, KPK Amankan Dokumen

  • 29 April 2021 12:23 WITA
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri

Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung menggeledah ruang kerja Wakil Ketua DPR asal Golkar, Azis Syamsuddin di Gedung Parlemen dan rumah dinasnya di Jalan Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Rabu, 28 April 2021, malam.

Penggeledahan tersebut dilakukan untuk mencari bukti tambahan terkait kasus dugaan suap yang menjerat Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial (MS) dan penyidik KPK asal Polri, AKP Stepanus Robin Pattuju (SRP).

Baca juga: KPK Jebloskan Wali Kota Tanjungbalai ke Penjara

Selain rumah dinas dan ruang kerja Azis Syamsuddin, penyidik juga menggeledah dua apartemen milik pihak-pihak yang berkaitan dengan perkara ini. Belum diketahui apartemen siapa yang digeledah. Total, ada empat lokasi yang digeledah.

"Penyidik telah selesai melaksanakan upaya paksa penggeledahan di 4 lokasi berbeda di wilayah Jakarta," beber Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Kamis (29/4/2021).

"Adapun 4 lokasi tersebut yakni salah satu ruang kerja Wakil Ketua DPR RI di gedung DPR RI dan Rumah Dinas Wakil Ketua DPR RI. Sedangkan 2 lokasi lainnya adalah apartemen dari pihak-pihak yang terkait dengan perkara ini," imbuhnya.

Penyidik mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan perkara ini. Barang bukti itu berupa sejumlah dokumen. Dokumen tersebut diduga berkaitan dengan kasus dugaan suap terkait upaya penghentian penyelidikan kasus dugaan korupsi di Pemkot Tanjungbalai.

Baca juga: KPK Didesak Usut Keterlibatan Wakil Ketua DPR Aziz Syamsuddin

"Dalam proses penggeledahan, ditemukan dan diamankan bukti-bukti diantaranya berbagai dokumen dan barang yang terkait dengan perkara," jelas Ali.

"Selanjutnya bukti-bukti ini, akan segera di lakukan analisa mendalam serta verifikasi untuk segera diajukan penyitaan sebagai bagian dalam berkas perkara dimaksud," sambungnya.

Sekadar informasi, nama Aziz Syamsuddin terseret dalam skandal dugaan suap terkait penghentian penyelidikan perkara korupsi di Pemkot Tanjungbalai. Aziz Syamsuddin disebut sebagai fasilitator atau pihak yang mempertemukan Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial dengan Stepanus Robin Pattuju.

Dari pertemuan itu, Stepanus Robin bersama rekannya, seorang pengacara, Maskur Husain bersepakat jahat dengan Syahrial. Kesepakatan jahat antara ketiganya itu berkaitan dengan rencana penghentian penyelidikan perkara dugaan suap jual-beli jabatan di lingkungan Pemkot Tanjungbalai. Diduga, M Syahrial terjerat dalam kasus tersebut.

M Syahrial sepakat menyiapkan dana Rp1,5 miliar untuk Stepanus Robin dan Maskur Husain agar bisa menghentikan penyelidikan dugaan suap jual-beli jabatan tersebut. Kesepakatan jahat itu terjadi di rumah dinas Aziz Syamsuddin.

Baca juga: RAN : Kalau Mensos Juliari Bisa Ditetapkan Tersangka, Kenapa Aziz Syamsuddin Tidak?

Namun, dari kesepakatan awal Rp1,5 miliar, Stepanus Robin Pattuju baru menerima uang suap total Rp1,3 miliar. Uang itu diberikan M Syahrial kepada Stepanus Robin melalui transfer ke rekening bank milik Riefka Amalia.

Sejauh ini, KPK baru menetapkan tiga tersangka kasus dugaan suap terkait upaya penghentian penyelidikan perkara korupsi di Pemkot Tanjungbalai. Ketiganya yakni, M Syahrial; AKP Stepanus Robin Pattuju, dan Maskur Husain.

(ads)



TAGS :

Komentar