KPK Bakal Digugat Jika Tak Juga Tuntaskan Kasus Korupsi Pembangunan Gereja di Mimika

  • 29 April 2021 12:31 WITA
Koordinator MAKI Boyamin Saiman
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) mengancam akan mengugat praperadilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jika tidak juga menuntaskan kasus dugaan korupsi terkait proyek pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 Tahap 1 tahun anggaran 2015 di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua.

Koordinator MAKI Boyamin Saiman memberi waktu kepada KPK agar segera menuntaskan kasus tersebut hingga pertengahan bulan depan atau tepatnya setelah lebaran. Jika usai lebaran tahun 2021 kasus ini tak juga ada perkembangan, Boyamin berjanji akan menggugat KPK ke pengadilan.

Baca juga: Geledah Rumah Dinas Hingga Ruang Kerja Azis Syamsuddin di DPR, KPK Amankan Dokumen

"Jadi mestinya KPK lebih cepat dalam menangani kasus ini. Saya tetap mengawal ini, nanti kalau habis lebaran belum ada penuntasan ya saya gugat praperadilan," kata Boyamin saat dikonfirmasi, Kamis (29/4/2021).

Boyamin mengaku kecewa terhadap kinerja lembaga pimpinan Firli Bahuri Cs. Sebab, belum ada perkembangan terkait penyidikan kasus pembangunan gereja di Mimika tersebut. Padahal, kasus tersebut sudah lama disidik oleh KPK.

"Prinsipnya ya tentu saja kecewa, kasus yang sekian lama itu berlarut-larut, dan mestinya ini sudah bisa selesai karena itu kan hanya persoalan sederhana," ungkap Boyamin.

"Membangun sebuah gedung kalau ada korupsinya itu gampang kok, pembayarannya lebih mahal daripada bangunan yang diserahkan kepada negara, otomatis kerugian negaranya langsung kelihatan dihitung itu," imbuhnya.

Baca juga: RAN : Kalau Mensos Juliari Bisa Ditetapkan Tersangka, Kenapa Aziz Syamsuddin Tidak?

Sekadar informasi, KPK saat ini memang sedang mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 Tahap 1 tahun anggaran 2015 di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. KPK sudah masuk proses penyidikan dalam pengusutan perkara tersebut.
Sejalan dengan proses penyidikan tersebut, KPK sebenarnya sudah menetapkan sejumlah tersangka dalam perkara ini. Berdasarkan informasi yang dihimpun tim MCWNEWS.COM, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka dalam proses penyidikan perkara ini. 

Ketiga tersangka tersebut yakni, seorang kepala daerah di Papua, seorang pejabat Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan seorang kontraktor. Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri tidak membantah ihwal sudah adanya tersangka dalam perkara ini.

Baca juga: KPK Jebloskan Wali Kota Tanjungbalai ke Penjara

Sayangnya, Ali masih enggan membeberkan siapa saja tersangka terkait dugaan korupsi pembangunan gereja di Mimika, Papua tersebut. Sebab, kata Ali, itu menjadi kebijakan baru pimpinan KPK saat ini.

"Kami saat ini belum dapat menyampaikan detail pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka karena sebagaimana telah kami sampaikan bahwa kebijakan Pimpinan KPK terkait ini adalah pengumuman tersangka akan dilakukan saat upaya paksa penangkapan atau penahanan telah dilakukan," beber Ali.

(ads)



TAGS :

Komentar