Sudah Sampai ke Pembinaan, Nasib BB Kasus Mantan Kepala BPN Denpasar Belum Jelas

  • 30 April 2021 10:56 WITA
Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Erbagtyo Rohan menunjukan barang bukti sitaan dari tersangka Tri Nugraha
Males Baca?


MCWNEWS.COM, DENPASAR - Nasib barang bukti (BB) yang diduga hasil tindak pidana gratifikasi dan TPPU yang dilakukan oleh mantan Kepala BPN Denpasar Tri Nugraha yang bunuh diri di toilet Kejaksaan, hingga berita ini ditulis belum juga ada kepastian. 

Kepastian yang dimaksud adalah, apakah BB tersebut akan dilelang atau akan dikembalikan ke ahli waris dari Tri Nugraha. 

Baca juga: KPK Kembali Jerat Eks Bupati Talaud Sri Wahyumi, Kali Ini Tersangka Gratifikasi

Kasi Penerangan dan Hukum A. Luga Herlianto, Kamis (29/4/2021) mengatakan, pihaknya hingga saat ini belum mendapat petunjuk dari Kejaksaan Agung terkait permohonan yang diajukan di tahun 2020 lalu. 

"Sampai hari ini kami belum mendapatkan petunjuk yang kami mohonkan dari Kejaksaan Agung. Sehingga belum bisa diputuskan mau diapakan barang bukti ini, " tegas pejabat yang akrab disapa Luga ini. 

Lebih jauh Luga mengatakan, pihaknya harus meminta petunjuk ke Kejaksaan Agung dalam hal ini bidang pemulihan dan penulusuran aset karena dalam perkara ini belum ada aturan yang mengatur atau bisa dikatakan ada kekosongan hukum. 

"Maksudnya begini, kami mohon petunjuk karena saat ini aturan hukum yang mengatur tentang barang bukti yang diduga hasil tindak pidana dan sudah terlanjur disita mau diapakan apabila tersangkanya meninggal pada saat proses penyidikan itu belum ada," terang pejabat asal Medan ini. 

Dijelaskannya, memang ada aturan soal penanganan barang bukti apabila pelaku meninggal dunia."Tapi aturan itu baru sebatas untuk pelaku yang sudah masuk pada proses persidangan dan kemudian meninggal dunia, "ungkapnya. 

Baca juga: KPK Bakal Digugat Jika Tak Juga Tuntaskan Kasus Korupsi Pembangunan Gereja di Mimika

Karena ada kekosongan hukum terkait eksekusi BB milik almarhum Tri Nugraha atas kasus dugaan gratifikasi dan TPPU ini, apa mungkin BB itu bisa kembali ke ahli waris Tri Nugraha? 

Tentang ini tidak  dibantah oleh Luga. "Karena belum ada aturan hukumnya, maka menurut saya tidak menutup kemungkinan BB ini kembali ke ahli waris almarhum, makanya itu kami sampai saat ini masih menunggu petunjuk dari Kejaksaan Agung, " ungkap Luga. 

Yang terakhir, kata Luga untuk BB hasil sitaan dari tersangka Tri Nugraha, saat ini sudah dilimpahkan dari Pidana Khusus (Pidsus) ke Bidang Pembinaan. "Dilimpahkan ke Pembinaan karena Pidsus tidak punya kewenangan untuk mengeksekusi BB tersebut, " tutup Luga. 

Seperti diketahui, tim penyidik Kejati Bali sebelumnya telah menyita Barang bukti  di antaranya 12 kendaraan yang terdiri atas 8 kendaraan roda empat dan 4 kendaraan roda dua. Selain itu melalui penetapan pengadilan, kejaksaan juga menyita 12 bidang tanah milik Tri Nugraha.

Baca juga: Prof Indriyanto Seno Adji Resmi Jabat Anggota Dewas KPK

Diperoleh keterangan bahwa penyidik kejaksaan sesungguhnya masih akan terus melakukan penyitaan tehadap sejumlah aset milik Tri Nugraha yang diduga kuat diperoleh dari hasil tidak pidana TPPU dan gratifikasi selama yang bersangkutan menjabat Kepala BPN Denpasar dan Kabupaten Badung.

Namun demikian, langkah itu terhenti karena Tri Nugraha nekat bunuh diri dengan menembak diri menggunakan sepucuk pistol di kamar kecil Kantor Kejati Bali, sesaat sebelum tersangka dibawa ke Lapas Kerobokan guna menjalani penahanan.

(eli)



TAGS :

Komentar