KPK Kantongi Bukti Suap Walkot Tanjungbalai dari Rumah Azis Syamsuddin

  • 04 Mei 2021 18:00 WITA
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggeledah rumah Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin di daerah Jakarta Selatan, pada Senin, 3 Mei 2021, kemarin. Kali ini, penyidik langsung menggeledah tiga rumah Azis Syamsuddin sekaligus di lokasi yang berbeda-beda.

Tim berhasil mengamankan sejumlah barang dari tiga rumah Politikus Golkar tersebut. Barang yang diamankan tersebut diduga berkaitan dengan kasus dugaan suap yang menyeret Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial dan penyidik KPK asal Polri, AKP Stepanus Robin Pattuju.

Baca juga: Pimpinan KPK Lili Pintauli Klarifikasi Soal Tudingan Bantu Tersangka Korupsi

"Senin (3/5/2021), tim penyidik telah selesai melaksanakan penggeledahan rumah kediaman pribadi milik milik AZ (Azis Syamsuddin) di tiga lokasi berbeda di wilayah Jakarta Selatan," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Selasa (4/5/2021).

"Dalam proses penggeledahan tersebut, ditemukan dan diamankan barang yang diduga terkait dengan perkara," imbuhnya.

Selanjutnya, kata Ali, sejumlah barang yang diamankan dari rumah Azis bakal dilakukan validasi serta verifikasi. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari proses penyitaan. "Bukti ini, akan segera di lakukan validasi serta verifikasi untuk segera diajukan penyitaan sebagai bagian dalam berkas perkara dimaksud," jelasnya.

Baca juga: KPK Sita Dokumen Perbankan Usai Geledah Kantor dan Rumah Tersangka Suap Walkot Tanjungbalai

Sekadar informasi, nama Aziz Syamsuddin terseret dalam skandal dugaan suap terkait penghentian penyelidikan perkara korupsi di Pemkot Tanjungbalai. Aziz Syamsuddin disebut sebagai fasilitator atau pihak yang mempertemukan Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial dengan penyidik KPK asal Polri, AKP Stepanus Robin Pattuju.

Dari pertemuan itu, AKP Stepanus Robin bersama rekannya, seorang pengacara, Maskur Husain bersepakat jahat dengan Syahrial. Kesepakatan jahat antara ketiganya itu berkaitan dengan rencana penghentian penyelidikan perkara dugaan suap jual-beli jabatan di lingkungan Pemkot Tanjungbalai. Diduga, M Syahrial terjerat dalam kasus tersebut.

M Syahrial sepakat menyiapkan dana Rp1,5 miliar untuk Stepanus Robin dan Maskur Husain agar bisa menghentikan penyelidikan dugaan suap jual-beli jabatan tersebut. Kesepakatan jahat itu terjadi di rumah dinas Aziz Syamsuddin.

Baca juga: Pimpinan DPR Azis Syamsuddin Dilarang Pergi ke Luar Negeri terkait Kasus Suap Penyidik KPK

Namun, dari kesepakatan awal Rp1,5 miliar, Stepanus Robin Pattuju baru menerima uang suap total Rp1,3 miliar. Uang itu diberikan M Syahrial kepada Stepanus Robin melalui transfer ke rekening bank milik Riefka Amalia.

Namun demikian, sejauh ini KPK baru menetapkan tiga tersangka kasus dugaan suap terkait upaya penghentian penyelidikan perkara korupsi di Pemkot Tanjungbalai. Ketiganya yakni, M Syahrial; AKP Stepanus Robin Pattuju, dan Maskur Husain.

(ads)



TAGS :

Komentar