Mantan Pejabat Pajak Tersangka Penerima Suap Dijebloskan ke Penjara

  • 04 Mei 2021 23:00 WITA
Males Baca?

 

MCWNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan pada Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak, Angin Prayitno Aji (APA) dijebloskan ke penjara. Ia dijebloskan ke penjara setelah menjalani pemeriksaan dalam kapasitasnya sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pemeriksaan perpajalan tahun 2016 - 2017.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan, Angin Prayitno resmi ditahan selama 20 hari kedepan untuk masa penahanan pertamanya. Mantan pejabat pajak tersebut ditahan sejak 4 Mei hingga 23 Mei 2021 di Rumah Tahanan (Rutan) belakang Gedung Merah Putih KPK.

"Untuk kepentingan penyidikan, pada hari ini setelah dilakukan pemeriksaan terhadap 30 orang saksi, selanjutnya tim  penyidik melakukan penahanan tersangka APA untuk 20 hari ke depan terhitung sejak tanggal 4 Mei 2021 sampai dengan 23 Mei 2021 di Rutan KPK Gedung Merah Putih," kata Firli saat menggelar konpers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (4/5/2021).

Sebelum mendekam di sel tahanan, Angin Prayitno bakal menjalani isolasi mandiri terlebih dahulu selama 14 hari kedepan di Rutan KPK Kavling C1. Dikatakan Firli, isolasi mandiri ini merupakan bagian dari upaya mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

"Sebagai salah satu upaya antisipasi penyebaran virus Covid-19 di lingkungan Rutan KPK, Tersangka APA akan dilakukan isolasi mandiri di Rutan KPK Kavling C1 pada Gedung ACLC," katanya.

Sebelumnya, KPK resmi menetapkan enam tersangka kasus dugaan suap terkait pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan 2017 pada Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak. Pemeriksaan perpajakan tersebut berkaitan dengan tiga perusahaan besar yakni, PT Jhonlin Baratama; PT Bank Pan Indonesia (Bank Panin); serta PT Gunung Madu Plantations. 

Adapun, keenam tersangka tersebut yakni, mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak, Angin Prayitno Aji (APA); bekas Kepala Sub Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak, Dadan Ramdani (DR). Kemudian, tiga konsultan pajak yakni, Ryan Ahmad Ronas (RAR); Aulia Imran Maghribi (AIM); dan Agus Susetyo (AS); serta seorang kuasa wajib pajak, Veronika Lindawati (VL).

Dalam perkara ini, Angin Prayitno bersama-sama dengan Dadan Ramdani diduga telah menyalahgunakan kewenangan yakni, melakukan pemeriksaan pajak tidak sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. Keduanya diduga mengakomodir jumlah pembayaran pajak sesuai keinginan para wajib pajak.

Karena mengakomodir keinginan para wajib pajak, Angin dan Dadan diduga telah menerima sejumlah uang. Adapun, rincian uang yang diterima keduanya yakni, sebesar Rp15 miliar dari Konsultan Pajak Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi yang mewakili PT Gunung Madu Plantations (PT GMP), pada Januari - Februari 2018.

Selanjutnya, Angin dan Dadan diduga juga menerima uang sebesar 500 dolar Singapura dari kuasa wajib pajak PT Bank Panin, Veronika Lindawati, pada pertengahan 2018. Uang 500 dolar Singapura yang diduga diterima Angin dan Dadan itu merupakan fee dari total komitmen awal sebesar Rp25 miliar.

Terakhir, Angin dan Dadan disebut telah menerima uang dengan nilai total sebesar 3 juta dolar Singapura dari Agus Susetyo selaku perwakilan atau konsultan hukum PT Jhonlin Baratama. Uang itu diterima keduanya pada Juli - September 2019.

(Ada)



TAGS :

Komentar