Bupati Nganjuk dan 4 Camat Ditetapkan Tersangka Suap Jual-Beli Jabatan

  • 10 Mei 2021 20:20 WITA
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Bupati Nganjuk, Jawa Timur, Novi Rahman Hidayat, dan empat camat setempat ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait jual-beli jabatan. Adapun, keempat camat tersebut yakni, Dupriono (DR) selaku Camat Pace; Edie Srijato (ES) selaku Camat Tanjunganom; Haryanto (HY) selaku Camat Berbek; serta Bambang Subagio (BS) selaku Camat Loceret.

Selain Novi Rahman Hidayat dan empat camat aktif di Nganjuk, mantan camat Sukomoro, Tri Basuki Widodo (TBW) serta Ajudan Bupati Nganjuk, M Izza Muhtadin (MIM), juga ditetapkan sebagai tersangka. Dalam perkara ini, Novi Rahmat ditetapkan sebagai tersangka penerima suap.

Baca juga: Mantan Pejabat Pajak Tersangka Penerima Suap Dijebloskan ke Penjara

Kemudian, empat camat dan satu mantan camat ditetapkan sebagai pemberi suap. Sedangkan ajudan bupati Nganjuk, ditetapkan sebagai tersangka perantara suap. Penetapan tersangka ini merupakan hasil kerjasama penyidikan antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Bareskrim Mabes Polri.

"Untuk efektifitas dan percepatan maka penyelesaian perkara akan dilanjutkan oleh Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri," kata Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar saat menggelar konpers bersama-sama dengan Kabareskrim Komjen Agus Andrianto dan Dirtipidkor Bareskrim Polri Brigjen Djoko Poerwanto, di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (10/5/2021).

Baca juga: KPK Kantongi Bukti Suap Walkot Tanjungbalai dari Rumah Azis Syamsuddin

Di tempat yang sama, Dirtipidkor Bareskrim Polri Brigjen Djoko Poerwanto mengungkap modus dugaan suap terkait pengisian jabatan dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk yang menjerat Novi Rahman Hidayat. Di mana, Novi diduga menerima uang dari para camat untuk pengisian jabatan di wilayah Nganjuk.

"Modus Operandi, para Camat memberikan sejumlah uang kepada Bupati Nganjuk melalui ajudan Bupati terkait mutasi dan promosi jabatan mereka dan pengisian jabatan tingkat kecamatan di jajaran Kabupaten Nganjuk," ujar Djoko Poerwanto.

"Selanjutnya ajudan Bupati Nganjuk menyerahkan uang tersebut kepada Bupati Nganjuk," imbuhnya.

Baca juga: KPK Tetapkan 6 Tersangka Suap Pajak PT Jhonlin Baratama Hingga Bank Panin

Djoko mengungkapkan bahwa tim gabungan KPK dan Polri mengamankan Bupati Nganjuk Novi dan para Camat serta Ajudan Novi pada hari Minggu (9/5/2021) sekira pukul 19.00 WIB. Mereka diamankan bersama dengan sjumlah barang bukti yang diantaranya adalah uang Rp647 juta.

Atas perbuatannya, para tersangka diancam melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b dan Pasal 11 serta Pasal 12 B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

(ads)



TAGS :

Komentar