Kadin Bali Terima Kunjungan Dubes Uni Eropa untuk Persiapan Economic Recovery

  • 10 Mei 2021 21:00 WITA

Males Baca?

 


MCWNEWS.OOM, BADUNG - Kamar Dagang Industri (Kadin) Bali diwakili Agus Mahausada selaku Wakil Ketua Umum Bidang Investasi Pariwisata, didampingi Wakil Ketua Umum Bidang Akomodasi dan Pengembangan Pariwisata, Dr. (C) I Made Ramia Adnyana, SE, MM, CHA, Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan International Nani Chan, Tuti dan Tika, Senin, (10/5/2021) menerima kunjungan Duta Besar Uni Eropa Vincent Piket yang didampingi Konselor Pertama Kepala Bidang Perdagangan dan Ekonomi Marika Jakas.

Baca juga: Gubernur Bali Harapkan PERDA Nomor 4 Tahun 2019 Menjadi Payung Hukum Bagi Desa Adat

Adapun tujuan dilakukannya kunjungan ke Kadin Bali untuk mengetahui kondisi terkini dan persiapan untuk pembukaan border untuk pasar international serta pemulihan ekonomi (Economic Recovery) 

"Uni Eropa telah melaksanakan hampir 70% vaksin sampai bulan Juli 2021. Selama ini sudah terjalin kerjasama yang bagus antara Uni Eropa dan Kadin Indonesia termasuk Kadin Bali terutama fokus pada craft industri / furniture yang berkwalitas. 

Perdagangan juga berjalan dengan baik ke Uni Eropa seperti product agriculture, yaitu Kopi Bali, Garam Amed, Education Industri dan Product Kesehatan," kata Dubes Vincent.

Baca juga: Bupati Nganjuk dan 4 Camat Ditetapkan Tersangka Suap Jual-Beli Jabatan

Sementara Agus Maha Usadha mewakili Kadin Bali menyampaikan perihal progress Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) terutama terkait potensi yang bisa di link dengan recovery Ekonomi Bali melalui skema kerjasama komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa, dengan tujuan untuk meningkatkan kerjasama perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa.

"Harapan Bali mulai dari membuka akses pasar, mendorong investasi dari perusahaan-perusahaan negara anggota Uni Eropa, hingga meningkatkan perdagangan dari Bali ke Uni Eropa melalui peluang kontak langsung saat pariwisata mulai terbuka," ujar Agus.

Sedangkan Dr. (C) I Made Ramia Adnyana, SE, MM, CHA, 
menyampaikan bahwa Bali berencana untuk membuka border dengan berbagai persiapan baik sertifikasi CHSE, melakukan vaksin dengan target 70% sampai bulan Juli 2021. Walau semua persiapan juga sangat tergantung kepada penurunan penanganan Covid-19.

Baca juga: Menuju WBBM, Kejari Denpasar Minta Dukungan Seluruh Element Masyarakat

"Kita mengundang Uni Eropa untuk mengadakan pertemuan secara virtual untuk mempertemukan antara para pebisnis Bali dan Uni Eropa untuk melihat potensi masing masing produk," ucapnya.

Pada kesempatan itu, Marika menyampaikan akan melaksanakan virtual meeting pada bulan Oktober 2021 sebagai Langkah awal menghubungkan kembali SME yang ada di Uni Eropa, hal ini disambut antusias WKU Kadin Nani Chan yang berharap semua potensi bisa dimulai kembali.

(Rls)



TAGS :

Komentar