KPK Periksa Pejabat Setda Mimika terkait Korupsi Pembangunan Gereja di Papua

  • 11 Mei 2021 15:25 WITA
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri

Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya kembali memanggil saksi-saksi untuk mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 Tahap 1 Tahun Anggaran 2015 di Kabupaten Mimika, Papua. Ada dua saksi yang diagendakan diperiksa hari ini.

Adapun, kedua saksi tersebut yakni, Kepala Subbagian (Kasubbag) Keagamaan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Mimika, Melkisedek Snae dan Direktur PT Kuala Persada Papua Nusantara, Mohammad Ilham Danto keduanya digali keterangannya sebagai saksi.

Baca juga: Mantan Pejabat Pajak Tersangka Penerima Suap Dijebloskan ke Penjara

"Hari ini (11/5/2021) diagendakan pemanggilan saksi TPK pelaksanaan dalam pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 Tahap 1 Tahun Anggaran 2015 di Kabupaten Mimika, pemeriksaan dilakukan di Mako Brimob Sarbrimobda Polda Papua," beber Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Selasa (11/5/2021).

Sekadar informasi, KPK saat ini memang sedang mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 Tahap 1 tahun anggaran 2015 di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. KPK sudah masuk proses penyidikan dalam pengusutan perkara tersebut.

Baca juga: KPK Bakal Digugat Jika Tak Juga Tuntaskan Kasus Korupsi Pembangunan Gereja di Mimika

Sejalan dengan proses penyidikan tersebut, KPK sebenarnya sudah menetapkan sejumlah tersangka dalam perkara ini. Berdasarkan informasi yang dihimpun tim MCWNEWS.COM, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka dalam proses penyidikan perkara ini. 

Ketiga tersangka tersebut yakni, seorang kepala daerah di Papua, seorang pejabat Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan seorang kontraktor. Ali Fikri tidak membantah ihwal sudah adanya tersangka dalam perkara ini.

Baca juga: Bupati Nganjuk dan 4 Camat Ditetapkan Tersangka Suap Jual-Beli Jabatan

Sayangnya, Ali masih enggan membeberkan siapa saja tersangka terkait dugaan korupsi pembangunan gereja di Mimika, Papua tersebut. Sebab, kata Ali, itu menjadi kebijakan baru pimpinan KPK saat ini.

"Kami saat ini belum dapat menyampaikan detail pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka karena sebagaimana telah kami sampaikan bahwa kebijakan Pimpinan KPK terkait ini adalah pengumuman tersangka akan dilakukan saat upaya paksa penangkapan atau penahanan telah dilakukan," beber Ali.

(ads)



TAGS :

Komentar