Pimpinan KPK Pasrah Dilaporkan Pegawainya ke Dewas

  • 19 Mei 2021 09:35 WITA
Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghormati pelaporan 75 pegawai yang tidak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dalam rangka alih status menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Para pimpinan pasrah terhadap pelaporan tersebut.

"Pimpinan KPK menghormati pelaporan dimaksud, karena kami menyadari bahwa pelaporan kepada Dewan Pengawas adalah hak setiap masyarakat yang menemukan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh insan KPK," kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata melalui keterangan resminya, Rabu (19/5/2021).

Baca juga: Firli Bahuri Cs Dilaporkan ke Dewas terkait Pembebastugasan 75 Pegawai KPK

"Pimpinan KPK menyerahkan sepenuhnya tindak lanjut pelaporan tersebut kepada Dewan Pengawas KPK sesuai dengan tugas dan kewenangan Dewan Pengawas," imbuhnya.

Lebih lanjut, Alex -sapaan karib Alexander Marwata- menjelaskan, setiap keputusan yang diambil oleh pimpinan KPK bersifat kolektif kolegial. Termasuk, membebastugaskan 75 pegawai KPK yang tidak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Bahkan, ia mengklaim keputusan tersebut dibahas oleh jajaran pejabat struktural.

Baca juga: Novel Baswedan Dkk Laporkan Indriyanto Seno Adji ke Dewas KPK, terkait TWK?

"Pimpinan KPK sebelum mengambil keputusan, kami pimpinan selalu membahas dan berdiskusi tidak saja dengan semua Pimpinan bahkan dengan jajaran pejabat struktural KPK," ungkap Alex.

Baca juga: Jokowi Minta Firli Tak Sembarangan Berhentikan Pegawai KPK Dengan Dasar TWK

"Hal ini kami lakukan sebagai perwujudan kepemimpinan kolektif kolegial, semua keputusan yang diambil adalah keputusan bersama, bukan keputusan individu salah seorang Pimpinan KPK," sambungnya

Ia menegaskan bahwa semua produk kebijakan yang dikeluarkan oleh kelembagaan KPK, yang diantaranya yakni, Peraturan Komisi, Peraturan Pimpinan, Surat Keputusan, Surat Edaran dan semua surat yang ditandatangani oleh Firli Bahuri, dipastikan sudah dibahas dan disetujui oleh empat Pimpinan lainnya. 

"Semua keputusan kelembagaan diambil melalui proses pembahasan bersama secara kolektif kolegial oleh seluruh Pimpinan KPK," pungkasnya.

(ads)



TAGS :

Komentar