Dituduh Nipu Para Calon Pekerja Kapal Pesiar, Bos Perusahaan Gandeng 'Panglima Hukum'

  • 20 Mei 2021 09:54 WITA
Togar Situmorang, SH.,MH. MAP.,C.Med.,CLA
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Law Firm Togar Situmorang mengaku ditunjuk oleh Direktur Utama (Dirut) PT Dunia Insani Mandiri, Dee Ratu Zhaqira Pohan, sebagai kuasa hukum perusahaannya. Advokat Togar Situmorang dipercaya untuk mengurusi permasalahan hukum terkait dugaan penipuan calon pekerja migran Indonesia.

"Untuk menangani permasalahan hukum yang sedang dihadapi perusahaan tersebut atas tuduhan dugaan tindak pidana penipuan calon pekerja migran Indonesia yang sudah dilaporkan di Direskrimum Polda Bali," mengutip keterangan resmi Law Firm Togar Situmorang, Kamis (20/5/2021).

Baca juga: Terancam Hukuman 6 Tahun, Mantan Pegawai Asuransi yang Palsukan Surat Hanya divonis 3 Bulan

Berdasarkan laporan yang diperoleh Law Firm Togar Situmorang, ada 15 orang calon pekerja migran yang merasa ditipu untuk bekerja di kapal pesiar mewah. Mereka kemudian menempuh jalur hukum dengan melaporkan IRA, Direktur PT DIM, sebagai perusahaan agen perekrutan yang disinyalir bodong, ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bali, Selasa 18 Mei 2021. 

"Di mana, dalam pemberitaan media massa yang sedang heboh belakangan ini, dijelaskan bahwa PT. DIM tidak ada mengantongi izin untuk sebagaimana diamanatkan Peraturan Menteri Perhubungan PM Nomor : 84 Tahun 2013 tentang Perekrutan dan Penempatan awak kapal dan UU No.18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran," ungkap kuasa hukum korban

Ditambahkan juga, bahwa PT. DIM ini menjalankan usaha layaknya perusahaan penyalur TKI. Di mana, perusahaan ini menjaring calon migran melalui jejaring media sosial yaitu @manningagentkapalpesir.

Baca juga: Hentikan Kasus Dugaan Korupsi, Kajari Sorong Digugat Praperadilan

Ditemui secara langsung, Direktur PT Dunia Insani Mandiri mengungkapkan keberatan atas pelaporan tersebut. Oleh sebab itu, bos PT Dunia Insani Mandiri menunjuk Law Firm Togar Situmorang sebagai kuasa hukumnya.

Togar Situmorang, SH.,MH. MAP.,C.Med.,CLA mengungkapkan, terkait permasalahan ini, dia khusus akan menangani permasalahan hukum dari PT. Dunia Insani Mandiri. Sebab, ia merasa terbuka dan prihatin atas kejadian yang menimpa perusahaan ini.

"Sehingga ini yang kita anggap berita yang memang tidak benar dan klien kami menolak tuduhan-tuduhan tersebut. Malah merasa tidak ada angin dan tidak ada hujan kenapa tiba-tiba bisa dilaporin ke Polda dengan Pasal 378 KUHP, Pasal 69 jo Pasal 81 Undang-Undang No. 18 tahun 2007 tentang Perlindungan Tenaga Migran Indonesia dan juga Klien kami juga dilaporkan melanggar Undang-Undang No. 2 ayat 1 UU No. 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang," beber Togar.

"Disini klien kami kaget karena dimana-mana yang namanya kita diduga ada suatu perbuatan melawan hukum harusnya klien kami diberitahukan dulu bisa berupa klarifikasi dan verifikasi, sehingga klien kami tahu mengenai duduk permasalahannya," imbuhnya.

Baca juga: Kejari Badung Geledah Kantor Koperasi di Desa Tibubeneng

Togar Situmorang yang sering disapa 'Panglima Hukum' menyampaikan ada beberapa poin penting yang perlu digarisbawahi. Salah satunya, PT DIM sampai saat ini koperatif, sebagai warga negara Indonesia yang baik akan siap mengikuti aturan hukum yang berlaku.

Berkaitan nominal yang dipaparkan dalam berita tersebut sebesar Rp403 juta, dikatakannya, itu salah besar. Karena, data yang disetor bukan diminta dari PT DIM. Menurutnya, itu adalah kebutuhan dari para migran sendiri.

"Karena para migran itu sudah dibuatkan sertifikasinya, passport dan sudah dilakukan cek medical atau kesehatan dan lainnya," tambahnya

(ads)



TAGS :

Komentar