KPK Kumpulkan Data terkait Dugaan Korupsi Besar di Papua

  • 24 Mei 2021 20:35 WITA
Plt Juru Bicara (Jubir) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Plt Juru Bicara (Jubir) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri mengakui bahwa pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat terkait sejumlah dugaan korupsi dengan kerugian negara yang cukup besar di tanah Papua. Laporan itu, kata Ali, sedang ditindaklanjuti.

Tindaklanjut proses pelaporan itu, dibeberkan Ali, dengan mengumpulkan sejumlah data-data dan meminta keterangan sejumlah pihak. Jika ditemukan bukti permulaan yang cukup, maka KPK akan meningkatkan status pelaporan itu ke tingkat penyelidikan.

"Menindaklanjuti laporan masyarakat, saat ini KPK benar sedang melakukan pendalaman lebih lanjut dengan melakukan pengumpulan sejumlah data dan permintaan keterangan pada pihak-pihak terkait adanya dugaan korupsi di wilayah Papua," kata Ali melalui pesan singkatnya, Senin (24/5/2021).

Baca juga: Firli Bahuri Disebut Minta BAP Perkara Korupsi Tanjungbalai, Apa Kata KPK?

Ali masih belum dapat menjelaskan lebih detail laporan dugaan korupsi di tanah Papua tersebut. Ia hanya memastikan, laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pengadaan, penerimaan suap dan gratifikasi. 

"Adapun dugaan korupsi tersebut diantaranya terkait pengadaan, suap dan gratifikasi. Saat ini, KPK belum dapat menyampaikan materi dari kegiatan dimaksud," ungkap Ali.

"Namun setiap perkembangannya akan kami sampaikan lebih lanjut pada waktunya nanti, setelah seluruh kegiatan selesai dilakukan," imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM (Menko Polhukam), Mahfud MD mendapat laporan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Intelijen Negara (BIN) bahwa ada 10 dugaan kasus korupsi terbesar di Papua. Laporan itu akan segera ditindak dengan langkah hukum.

Baca juga: Aset Milik Tersangka BTS Disita oleh Kejagung

"Kita sudah menentukan 10 korupsi terbesar, baik laporan dari BPK maupun hasil temuan BIN. Kita sudah punya 10 korupsi besar dan ini akan dilakukan penegakan hukum," ujar Mahfud saat konferensi pers, Rabu, 19 Mei 2021.

Belakangan, KPK memang sedang mengusut salah satu dugaan korupsi di tanah Papua. Dugaan korupsi yang sedang diusut KPK itu yakni, berkaitan dengan proyek pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 Tahap 1 tahun anggaran 2015 di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. KPK sudah masuk proses penyidikan dalam pengusutan perkara tersebut.
Sejalan dengan proses penyidikan tersebut, KPK sebenarnya sudah menetapkan sejumlah tersangka dalam perkara ini. Berdasarkan informasi yang dihimpun tim MCWNEWS.COM, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka dalam proses penyidikan perkara ini. 

Ketiga tersangka tersebut yakni, seorang kepala daerah di Papua, seorang pejabat Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan seorang kontraktor. Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri tidak membantah ihwal sudah adanya tersangka dalam perkara ini.

Baca juga: Kapolri Minta Freeport Aktif Berpatisipasi Bangun Papua

Sayangnya, Ali masih enggan membeberkan siapa saja tersangka terkait dugaan korupsi pembangunan gereja di Mimika, Papua tersebut. Sebab, kata Ali, itu menjadi kebijakan baru pimpinan KPK saat ini.

"Kami saat ini belum dapat menyampaikan detail pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka karena sebagaimana telah kami sampaikan bahwa kebijakan Pimpinan KPK terkait ini adalah pengumuman tersangka akan dilakukan saat upaya paksa penangkapan atau penahanan telah dilakukan," beber Ali.

(ads)



TAGS :

Komentar