Firli Bahuri Disebut Minta BAP Perkara Korupsi Tanjungbalai, Apa Kata KPK?

  • 24 Mei 2021 20:40 WITA
Plt Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri

Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Plt Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri mengklarifikasi soal adanya kabar yang menyebut Ketua KPK, Firli Bahuri meminta Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota non-aktif Tanjungbalai, M Syahrial. Kata Ali, ada kekeliruan pemahaman terkait permintaan BAP tersebut.

Ali menjelaskan, awalnya, memang terdapat permintaan berita acara hasil kesimpulan ekspose pada saat pimpinan menggelar rapat pada 5 Mei 2021. Para pimpinan, kata Ali, hanya meminta berita acara hasil kesimpulan ekspose mengenai penanganan perkara jual-beli jabatan yang pernah diselidiki di jaman kepemimpinan Agus Rahardjo Cs.

"Jadi meminta berita acara hasil kesimpulan ekspose pimpinan terdahulu dan bukan Berita Acara Pemeriksaan mengenai penanganan perkara jual beli jabatan di Kota Tanjungbalai untuk memperkuat penjelasan bahwa ekspose mengenai perkara tersebut juga telah pernah digelar oleh pimpinan pada periode lalu," klaim Ali melalui pesan singkatnya, Senin (24/5/2021).

Baca juga: KPK Kumpulkan Data terkait Dugaan Korupsi Besar di Papua

Ali membela Firli. Ali berdalih bahwa berita acara hasil ekspose penanganan perkara dugaan korupsi terkait jual-beli jabatan ini tidak hanya diminta oleh Firli Bahuri. Kata Ali, seluruh pimpinan KPK jilid V memang meminta berita acara tersebut.

"Berita Acara hasil ekspose ini diminta oleh semua Pimpinan dan tidak hanya atas permintaan Ketua KPK. Berita Acara hasil ekspose yang diminta pimpinan berisi notulen rapat proses penanganan perkara oleh pimpinan terdahulu saat itu," terangnya.

Ali mengklaim ada kekeliruan pemahaman oleh Sekretaris Pribadi (Sespri) Firli Bahuri saat meminta berita acara eskpose kepada Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) yang menangani kasus korupsi jual-beli jabatan di  Tanjungbalai tersebut. Di mana, Sespri Firli Bahuri disebut justru meminta BAP pemeriksaan M Syahrial.

Baca juga: Kapolri Minta Freeport Aktif Berpatisipasi Bangun Papua

"Adanya kekeliruan pemahaman antara sekretaris Ketua KPK saat meminta Berita Acara Ekspose kepada Kasatgas penyidikan yang menangani perkara dimaksud, yang kemudian Kasatgas mengirimkan email kepada Direktur Penyidikan yang berisi BAP Perkara. Oleh karena yang diminta berita acara ekspose maka email tersebut diabaikan," ungkapnya.

"Selanjutnya sekretaris ketua melalui sekretariat penyidikan meminta Berita Acara Ekspose pimpinan terdahulu dimaksud kepada Kasatgas penyelidikan kemudian dikirimkan hasil ekspose perkara tanjung balai oleh pimpinan terdahulu dan lalu diserahkan kepada pimpinan yang saat itu masih rapat," imbuhnya.

Sekadar informasi, Ketua KPK Firli Bahuri disebut-sebut berupaya meminta Berita Acara Pemeriksaan (BAP) seorang saksi yang berkaitan dengan kasus dugaan korupsi terkait jual-beli jabatan di lingkungan Pemkot Tanjungbalai yang menyeret Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial.

Baca juga: Aset Milik Tersangka BTS Disita oleh Kejagung

Firli disebut berupaya meminta BAP yang memuat keterangan dari saksi berkaitan dengan nama Lili Pintauli Siregar selaku Wakil Ketua KPK. Nama Lili Pintauli Siregar terseret dalam pusaran dugaan suap jual-beli jabatan di lingkungan Pemkot Tanjungbalai.

Firli meminta BAP tersebut melalui Staf pribadinya, Jeklin Sitinjak, pada Rabu, 5 Mei 2021. Jeklin meminta BAP kepada Kasatgas yang menangani kasus yang menjerat M Syahrial. Namun, permintaan tersebut ditolak. Adanya permintaan BAP itu kemudian ditindaklanjuti Kasatgas penyidik perkara ini ke Direktur Penyidikan (Dirdik) KPK, Setyo Budiyanto.

(ads)



TAGS :

Komentar