Praktisi Hukum Adi Suparto Mendesak Ketua KPK Segera Periksa Azis Syamsudin

  • 26 Mei 2021 10:39 WITA
Dr. Adi Suparto,SH.,MH
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak agar tidak kendur dalam mengusut dugaan keterlibatan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin atas kasus suap Wali Kota Tanjungbalai yang melibatkan oknum penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju (SRP).

Praktisi hukum Dr. Adi Suparto,SH.,MH yang juga dikenal sebagai Advokat mendesak Ketua KPK Firli Bahuri segera memeriksa Azis Syamsuddin atas dugaan keterlibatannya dalam pertemuan di rumah dinas politisi Golkar tersebut.

Baca juga: Buntut Polemik TWK, 51 Pegawai Bakal 'Tersingkir' dari KPK

“Pertemuan Azis dengan Wali Kota Tanjungbalai periode 2016-2021 M Syahrial bersama Penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju (SRP) di rumah dinas Wakil Ketua DPR itu harus diusut tuntas. Jangan sampai ada kesan bahwa KPK mudah diintervensi oleh politisi,” kata Adi Suparto, yang juga Dewan Penasihat IMO- Indonesia, Selasa (25/5/2021).

Adi mencurigai bahwa KPK mulai “masuk angin”, selain itu ada dugaan bahwa KPK ada tekanan dari partai politik. Sebab, kata dia, kasus tersebut sudah terang benderang.

Baca juga: KPK Kumpulkan Data terkait Dugaan Korupsi Besar di Papua

“Bahkan bukti permulaan sudah dikantongi oleh KPK, dan telah menyita beberapa koper dokumen, namun sayangnya penyidikan terkait dugaan keterlibatan Azis dalam kasus suap Wali Kota Tanjungbalai belum ada progres yang memuaskan publik,” katanya.

Adi menyarankan, jangan sampai kepercayaan publik terhadap KPK kembali runtuh akibat ketidaktegasan pemimpinnya.

Lebih jauh Adi menegaskan, pimpinan KPK harus bisa meyakinkan masyarakat bahwa pasca tidak lolosnya 75 penyidik dalam TWK, KPK tetap melanjutkan kasus-kasus besar.

“Tapi kalau dilihat realitanya, KPK sepertinya mulai redup. Salah satunya dalam mengungkap dugaan keterlibatan Azis dalam kasus suap Wali Kota Tanjungbalai. Kalau yang demikian terjadi, dapat menguatkan dugaan bahwa 75 penyidik itu sengaja disingkirkan agar tidak mengungkap kasus-kasus besar yang tengah dilakukan oleh lembaga anti rasuah itu,” pungkas Adi. 
(Imo)



TAGS :

Komentar