KPK-Kejaksaan Tangkap Buronan Kasus Korupsi Rp4,5 Miliar

  • 28 Mei 2021 08:00 WITA
H Khoironi diamankan dari tempat persembunyiannya

Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja sama dengan pidana khusus (pidsus) dari Kejaksaan mengamankan seorang buronan kasus korupsi senilai Rp4,5 miliar bernama H Khoironi F Cadda. Khoironi ditangkap di salah satu perumahan elit di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, pada Kamis (27/5/2021).

Khoironi merupakan terpidana kasus korupsi penyalahgunaan dan penyimpangan APBD Kabupaten Morowali tahun anggaran 2007 yang diperuntukkan sebagai dana penyertaan modal kepada perusahaan daerah Morowali untuk pengadaan kapal. Kasus itu merugikan negara sebesar Rp4,5 Miliar. 

Baca juga: Korupsi Lahan di Jakarta, Eks Dirut PT Sarana Jaya Dijebloskan ke Penjara

"KPK melalui Direktorat Koordinasi dan Supervisi Wilayah IV memfasilitasi Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah melakukan penangkapan DPO terpidana H Khoironi F Cadda," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui keterangan resminya, Jumat (28/5/2021).

H Khoironi F Cadda telah diputus bersalah berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI No. 1212 K/PID.SUS/2015 tanggal 13 April 2016. Dia diganjar dengan hukuman pidana penjara selama lima tahun dan denda sebesar Rp200 juta.

Baca juga: Polemik Pemecatan 51 Pegawai KPK Bakal Dibawa ke MK

Khoironi ditangkap Pada Kamis (27/5/2021), sekira pukul 15.00 WITA. Ia ditangkap di salah satu perumahan elit di Kota Samarinda, Kalimantan Timur oleh tim gabungan yang terdiri dari KPK, Pidsus Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur dan Pidsus Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah.

Baca juga: KPK Tetapkan Mantan Dirut Sarana Jaya dan Bos PT Adonara Propertindo Tersangka Korupsi

Selanjutnya, Khorioni dibawa ke Kejati Kaltim guna dilakukan pemeriksaan awal. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, tim menerbangkan Khoironi ke Palu, Sulawesi Tengah untuk dilaksanakan eksekusi putusannya. 

"Dalam masa pencarian, DPO terpidana tersebut selalu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan identitas berbeda," imbuhnya.

(ads)



TAGS :

Komentar