Salah Paham Masyarakat Adat Meyah Arfak dengan Perusahaan Sawit Diluruskan

  • 02 Juni 2021 10:35 WITA
Ketua Dewan Adat 7 Wilayah Suku Meyah Arfak Musa Mandacan, saat memberi keterangan terkait kesalahpahaman antara Masyarakat Adat Meyah Arfak pemilik Tanah Ulayat dan Perusahaan Kelapa Sawit
Males Baca?


MCWNEWS.COM, PAPUA BARAT- Adanya kesalahpahaman antara Masyarakat Adat Meyah Arfak pemilik Tanah Ulayat dan Perusahaan Kelapa Sawit yang beroperasi di wilayah adat mereka, maka masyarakat adat mengadu ke Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah III Doberay Papua Barat untuk segera menyelesaikan masalah yang dapat mengakibatkan fatal bila dibiarkan begitu saja, bisa terjadi pemalangan maupun pengerusakan fasilitas perusahaan. 

Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah III Doberay Papua Barat Manawir Paul Finsen Mayor menjelaskan sebagai rumah besar masyarakat adat Papua di wilayah III Doberay Papua Barat, mengundang kedua belah pihak untuk dimediasi, Selasa (1/6/2021) bertempat di Kampung Sembab, SP 7, daerah Masni, kabupaten Manokwari.

Baca juga: Pangdam Kasuari : Mari Kita Sukseskan Program Pemerintah untuk Kebaikan Seluruh Keluarga Besar Kita

Dewan Adat kemudian mengeluarkan surat undangan untuk menghadirkan kedua belah pihak dan akhirnya duduk bersama untuk meluruskan kesalahpahaman selama ini," kata Finsen Mayor melalui pesan singkatnya, Rabu, (2/6/2021) 

Kemudian Ketua Dewan Adat 7 wilayah Suku Meyah Arfak, Musa Mandacan
sebagai perwakilan Masyarakat Adat Meyah Arfak yang dulu menghadirkan perusahaan kelapa sawit ini kemudian mempekerjakan ribuan orang untuk dapat bekerja di perusahaan tersebut.

Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay Papua Barat kemudian mengambil keputusan untuk penyelesaian ini segera,  dan akhirnya sudah diselesaikan dengan baik oleh perusahaan ketika kemarin persoalan ini diluruskan oleh pemilik perusahaan itu sendiri.

Baca juga: Diyakini Terima Suap, Penyidik asal Polri Stepanus Robin Dipecat dari KPK

"Kami melihat bahwa sebenarnya ada keinginan pemilik perusahaan tersebut untuk memperhatikan dan melibatkan masyarakat adat setempat hanya saja selama ini ada komunikasi yang terputus atau tidak efektif maka kemudian kemarin Ketua Dewan Adat 7 Wilayah Suku Meyah Arfak Bapak Musa Mandacan diangkat menjadil salah satu Pimpinan di perusahaan tersebut, ini menunjukkan keseriusan dari pemilik perusahaan PT. Medco Capitol untuk memperhatikan dan melibatkan serta membangun masyarakat adat Meyah Arfak", ungkap Finsen Mayor.

Dewan Adat juga menghimbau kepada masyarakat adat setempat agar kerja serius dan serius kerja di perusahaan tersebut dan jangan mudah terprovokasi oleh siapapun tetapi harus membangun komunikasi yang konstruktif dan sejuk dengan pihak perusahaan PT Medco Capitol.

Baca juga: Garap Film Harmonisasi Keagamaan, Dea Imut Terjun Langsung ke Bali

Persoalan kemudian dinyatakan selesai dan berdamai lalu dilanjutkan dengan makan bersama di rumah Bapak Musa Mandacan Ketua Dewan Adat 7 wilayah Suku Meyah Arfak Manokwari di kampung sembab, SP 7, Kabupaten Manokwari.

Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay Papua Barat sebagai Rumah Besar Masyarakat Adat Papua Wilayah III Doberay Papua Barat pada dasarnya mendukung program pemerintah dalam hal investasi dan perdagangan serta pembangunan Jalan dan lainnya dengan Catatan harus pembangunan tersebut menguntungkan masyarakat adat Papua. 

Sehingga ke depan masyarakat adat bisa menjadi Tuan di negerinya sendiri," pungkas Finsen Mayor.

(charles)



TAGS :

Komentar