1.271 Pegawai KPK yang Lolos TWK Resmi Berstatus ASN

  • 02 Juni 2021 11:20 WITA
Konpers pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pegawai KPK menjadi ASN

Males Baca?

MCWNEWS.COM, JAKARTA - Seluruh pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) telah resmi berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). Mereka dilantik sebagai ASN pada Selasa (1/6/2021) baik secara fisik (luring) dari Gedung KPK, maupun secara virtual (daring) dari kediamannya masing-masing.

Ketua KPK Firli Bahuri memastikan ada 1.271 pegawai KPK yang mengikuti pelantikan menjadi ASN, pada Selasa (1/6/2021). Jumlah itu, ditekankan Firli, merupakan keseluruhan pegawai yang lulus TWK. Dengan demikian, Firli menekankan seluruh pegawai KPK yang lolos TWK mengikuti pelantikan ASN.

Baca juga: Salah Paham Masyarakat Adat Meyah Arfak dengan Perusahaan Sawit Diluruskan

"Total pegawai KPK yang hadir dalam acara pelantikan pegawai KPK sebagai ASN tanggal 1 Juni 2021 adalah 1.271 orang pegawai (semua yang memenuhi syarat untuk dilantik)," kata Firli saat menggelar konpers di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (1/6/2021).

Jenderal bintang tiga tersebut membeberkan, sebanyak 85 pegawai KPK mengikuti pelantikan secara fisik dari Gedung ACLC atau kantor lama KPK di Jalan HR Rasuna Said Kavling C1, Jakarta Selatan. Kemudian, sambungnya, yang hadir secara fisik di Gedung Merah Putih KPK sebanyak 354 orang.

Baca juga: Diyakini Terima Suap, Penyidik asal Polri Stepanus Robin Dipecat dari KPK

"Hadir secara fisik di Rutan Guntur KPK sebanyak 12 orang pegawai dan hadir secara virtual melalui aplikasi zoom sebanyak 820 orang pegawai," sambung Firli.

Firli menjelaskan dari 1.271 pegawai yang dilantik tersebut, dua orang diantaranya merupakan pemangku Jabatan Tinggi Pimpinan (JPT) Madya; 10 pemangku Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama; 13 pemangku jabatan administrator; dan sisanya atau berjumlah 1.246 orang adalah pemangku jabatan fungsional dan pelaksana.

"Sebelumnya, dari 1.274 pegawai KPK yang dinyatakan memenuhi syarat (MS), terdapat tiga pegawai yang tidak turut dilantik hari ini karena satu pegawai mengundurkan diri; satu pegawai tidak memenuhi persyaratan pendidikan; dan satu pegawai meninggal dunia," ungkapnya.

Dijelaskan Firli, pengalihan status pegawai KPK menjadi ASN merupakan amanat UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Di mana, UU Nomor 19 Tahun 2019 Pasal 1 angka 6 menyebutkan bahwa KPK adalah ASN.

"Terima kasih kepada seluruh pegawai KPK yang telah mengikuti, bekerja sama, dan mendukung seluruh rangkaian proses pengalihan pegawai KPK menjadi ASN hingga hari ini," pungkas Firli.

(ads)



TAGS :

Komentar