Korupsi Tanah di Jakarta, KPK Jebloskan Wakil Direktur PT Adonara Propertindo ke Penjara

  • 02 Juni 2021 22:25 WITA
Anja Runtuwene digiring oleh petugas KPK untuk dibawa ke Rutan Polda Metro Jaya
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Wakil Direktur PT Adonara Propertindo, Anja Runtuwene (AR). Anja dijebloskan ke penjara setelah rampung menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pengadaan lahan di Munjul, Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur, hari ini.

Sebelum dijebloskan ke penjara, Anja sempat ditampilkan ke publik saat pengumuman penahanan oleh KPK. Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar mengatakan, Anja akan menjalani masa penahanan pertamanya selama 20 hari kedepan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya.

"Selanjutnya dilakukan upaya paksa penahanan pada tersangka AR selama 20 hari terhitung sejak tanggal 2 Juni 2021 sampai dengan 21 Juni 2021 di Rutan Polda Metro Jaya," kata Lili saat menggelar konpers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (2/6/2021).

Baca juga: 1.271 Pegawai KPK yang Lolos TWK Resmi Berstatus ASN

Untuk mencegah terjadinya penyebaran virus corona (Covid-19) di dalam Rutan Polda Metro Jaya, KPK melakukan pemeriksaan kesehatan serta Swab Tes terlebih dahulu kepada Anja. "Sebelum penahanan, telah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan swabtest PCR Covid-19," pungkasnya.

Sekadar informasi, KPK menetapkan tiga orang dan satu korporasi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pengadaan lahan di Munjul, Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur. Adapun, tiga orang tersangka itu yakni, Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pembangunan Sarana Jaya, Yoory C Pinontoan (YRC).

Baca juga: Diyakini Terima Suap, Penyidik asal Polri Stepanus Robin Dipecat dari KPK

Kemudian, Direktur PT Adonara Propertindo, Tommy Adrian (TA), dan Wakil Direktur PT Adonara Propertindo, Anja Runtunewe (AR). Sedangkan satu korporasi yang juga ditetapkan tersangka dalam perkara ini yaitu, PT Adonara Propertindo (AP). Hingga saat ini, tinggal Tommy Adrian yang belum dilakukan penahanan oleh KPK.

Dalam perkara ini, Yoory Pinontoan disebut melakukan kesepakatan dengan Anja berkaitan dengan pembelian lahan di daerah Munjul, Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur, pada 8 April 2019. Yorry disebut sebagai pihak pembeli. Sedangkan Anja merupakan pihak penjual tanah.

Setelah dilakukan kesepakatan, terjadi pembayaran awal sebesar 50 persen atau sejumlah Rp108,9 miliar ke rekening bank milik Anja Runtunewe pada Bank DKI. Selang beberapa waktu kemudian, atas perintah Yoory, dilakukan pembayaran oleh Perumda Pembangunan Sarana Jaya kepada Anja Runtunewe sebesar Rp43,5 miliar.

KPK menemukan dugaan perbuatan melawan hukum berkaitan dengan pengadaan tanah di Munjul tersebut. Adapun, perbuatan melawan hukum tersebut meliputi, tidak adanya kajian kelayakan terhadap objek tanah; tidak dilakukannya kajian appraisal dan tanpa didukung kelengkapan persyaratan sesuai dengan peraturan terkait.

Kemudian, beberapa proses dan tahapan pengadaan tanah juga diduga kuat dilakukan tidak sesuai SOP serta adanya dokumen yang disusun secara backdate: serta adanya kesepakatan harga awal antara pihak Anja Runtunewe dan Periksa PT Sarana Jaya sebelum proses negosiasi dilakukan. Perbuatan itu kemudian diduga mengakibatkan kerugian negara sekira Rp152,5 miliar.

(ads)



TAGS :

Komentar