Polri : Waspada Gejala Long Covid, Kenali Gejalanya

  • 03 Juni 2021 22:35 WITA
Diskusi FMB9 yang digelar KPCPEN dengan tajuk 'Long Covid : Kenali dan Waspadai'
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Kabag Pembinaan Fungsi Rumah Sakit (RS) Polri, Kombes Yahya meminta agar masyarakat mewaspadai gejala long Covid. Sebab, berdasarkan penelitian Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, 53,7 persen pasien merasakan gejala Long Covid selama satu bulan, 43,6 persen selama 1-6 bulan, dan 2,7 persen lebih dari 6 bulan.

"Gejala long Covid dimulai dari pelemahan fisik secara umum, sesak napas, nyeri sendi, nyeri otot, batuk, diare, kehilangan penciuman, dan pengecapan," beber Kombes Yahya saat mengikuti diskusi bertajuk 'Long Covid, Kenali dan Waspadai' yang digelar FMB9ID_IKP, Kamis (3/6/2021).

Baca juga: KPK Selidiki Dugaan Korupsi di Aceh

Yahya mengungkapkan, secara demografi, pasien laki-laki lebih besar peluangnya terkena efek long Covid. Salah satunya, karena kebiasaan laki-laki yang sering merokok. Orang yang memiliki gejala berat juga dinilai rentan terkena long Covid.

"Salah satu alasannya karena gaya hidup merokok. Biasanya juga pasien COVID-19 yang bergejala berat atau mungkin yang berhasil sembuh setelah dibantu ventilator memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk menderita Long Covid ini," ujarnya.

Lebih lanjut, Yahya mengatakan gejala Long Covid salah satunya juga dipicu kondisi psikologis pasien. "Memang ada kelemahan seseorang gampang cemas, gampang depresi, ini juga faktor yang membuat seseorang Long Covid," katanya.

Baca juga: Kemendagri Desak Pemda Agar Percepat Penyerapan APBD 2021

Pada saat perawatan maupun saat isolasi mandiri, apabila pasien merasakan gejala-gejala long Covid setelah dinyatakan sembuh, Yahya meminta agar segera berkonsultasi kepada dokter.

Sementara itu, Ahli Virologi Universitas Udayana, I Gusti Ngurah Kade Mahardika mengatakan, gejala long Covid membuat pasien beresiko mengalami kerusakan jaringan tubuh dalam jangka panjang. Bahkan, bisa menyebabkan gangguan respon imun dan gangguan saraf.

"Karena itu mohon jangan lagi menganggap remeh penyakit COVID-19 ini," kata IGN Kade Mahardika.

Disisi lain, penyintas Covid-19, Cahyandaru Kuncorojati menceritakan bahwa selain mengganggu kesehatan fisik, Covid-19 ini juga menyerang secara psikologis. Ia membagikan kisahnya ketika ia dan keluarganya terkena Covid-19.

Baca juga: KPK Endus Potensi Korupsi Pemanfaatan Lahan di Papua

"Waktu saya dirawat bersama istri dan dua anak saya yang masih kecil, saya memikirkan anak saya. Saya bertekad untuk segera sembuh agar anak saya yang masih usia dua tahun dan satu lagi tujuh bulan bisa segera saya pantau juga kesembuhannya," ujarnya.

Setelah dinyatakan negatif, gejala Long Covid berupa kehilangan penciuman dan pengecapan juga dialami Cahyandaru selama kurang lebih satu bulan. "Berangsur-angsur mulai kembali tapi sampai sekarang indra penciuman saya tidak setajam dulu lagi," bebernya.

(ads)



TAGS :

Komentar