Kasasi KPK Diterima, Eks Pejabat PT Duta Palma Segera Dijebloskan ke Penjara

  • 04 Juni 2021 15:05 WITA
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Mahkamah Agung (MA) mengabulkan upaya kasasi yang diajukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait vonis bebas mantan Manajer Legal PT Duta Palma, Suheri Terta. Terdakwa perkara suap terkait alih fungsi hutan di Provinsi Ria tersebut akan segera dijebloskan ke penjara menindak lanjuti putusan kasasi itu.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, pihaknya telah menerima petikan putusan resmi dari Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Pekanbaru. Putusan tersebut menyatakan bahwa MA menerima kasasi KPK. Dengan demikian, vonis bebas terhadap Suheri Terta gugur.

Baca juga: KPK Selidiki Dugaan Korupsi di Aceh

"Tim jaksa penuntut umum KPK telah menerima pemberitahuan resmi petikan putusan Kasasi Terdakwa Suheri Terta dari Panmud Pengadilan Negeri Tipikor Pekanbaru. Putusan Kasasi tersebut di bacakan pada Selasa (30/3)," kata Ali melalui pesan singkatnya, Jumat (4/6/2021).

Menurut dia, MA dalam amar putusannya menyatakan Suheri Terta terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. 

Kemudian, lanjut dia, MA menjatuhkan pidana kepada Suheri dengan pidana penjara selama tiga tahun dan pidana denda sebesar Rp50 juta. Itu dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan. 

Baca juga: KPK Endus Potensi Korupsi Pemanfaatan Lahan di Papua

"Juga MA memerintahkan terdakwa untuk ditahan," ujar Ali. 

Ali mengatakan, tim jaksa eksekusi KPK akan segera melaksanakan putusan tersebut dengan memanggil yang bersangkutan untuk hadir di Gedung KPK. "KPK menghimbau agar terpidana kooperatif hadir memenuhi panggilan tim jaksa eksekusi dimaksud," pungkasnya. 

Pada September 2020, KPK mengajukan kasasi atas vonis bebas terhadap eks Manajer Legal PT Duta Palma Suheri Terta, terdakwa kasus suap terkait alih fungsi hutan di Provinsi Riau. Jaksa penuntut umum KPK yang diwakili Wahyu Dwi Oktavianto Selasa, (22/9) menyatakan upaya hukum kasasi terhadap putusan Majelis Hakim Tingkat Pertama atas nama Suheri Terta.

KPK mengajukan kasasi karena ada dua hal yang tidak dipertimbangkan majelis hakim. Pertama, KPK meyakini ada pemberian uang oleh mantan Gubernur Riau Annas Maamun melalui Gulat Medali Emas Manurung.

Baca juga: Korupsi Tanah di Jakarta, KPK Jebloskan Wakil Direktur PT Adonara Propertindo ke Penjara

Dugaan pemberian uang itu sudah dinyatakan terbukti oleh MA pada perkara Annas Maamun. Juga terdapat kesaksian Gulat Medali Emas Manurung dan Annas Maamun yang juga mengakui menerima uang.

Selain itu, ada pula alat bukti surat serta petunjuk berupa rekaman percakapan yang terungkap di persidangan.

Diberitakan sebelumnya, Suheri Terta, terdakwa dalam kasus dugaan penyuapan mantan Gubernur Riau Annas Maamun, divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pekanbaru, Riau.

(ads)



TAGS :

Komentar