KPK Setor Uang Rp12,5 Miliar Milik Imam Nahrawi ke Kas Negara

  • 04 Juni 2021 18:30 WITA
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri
Males Baca?

 

MCWNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyetorkan uang senilai Rp12,5 miliar ke kas negara. Uang sebesar Rp12,5 miliar itu merupakan hasil rampasan KPK dari terpidana mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menjelaskan, penyetoran uang rampasan itu sesuai dengan putusan Mahkamah Agung (MA) nomor 485 K/Pid.Sus/2021 tanggal 15 Maret 2021. Putusan itu dinyatakan telah berkekuatan hukum tetap alias inkrakh.

"Adapun pelaksanaan putusan ini dengan melakukan penyetoran ke kas negara berupa uang rampasan sejumlah Rp12,5 miliar," kata Ali melalui pesan singkatnya, Jumat (4/6/2021).

Baca juga: Kasasi KPK Diterima, Eks Pejabat PT Duta Palma Segera Dijebloskan ke Penjara

Sekadar informasi, Imam Nahrawi telah diputus dan dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut dalam perkara suap terkait dana hibah KONI. 

Ia dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara di tingkat kasasi. Selain pidana badan, Imam juga diwajibkan membayar denda sejumlah Rp400 juta subsider enam bulan kurungan. Imam juga diwajibkan membayar uang pengganti sejumlah Rp19.154.203.882.

Baca juga: KPK Selidiki Dugaan Korupsi di Aceh

"Penyetoran uang rampasan ke kas negara sebagai bentuk komitmen nyata pelaksanaan aset recovery dari hasil tindak pidana korupsi," kata Ali. 

Dalam putusannya, majelis hakim MA juga menjatuhkan hukuman tambahan berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama lima tahun terhitung sejak Imam selesai menjalani pidana pokok.

Sebelumnya MA menolak kasasi yang diajukan Imam Nahrawi. Akhirnya, Imam Nahrawi tetap menjalani hukuman pada tingkat pertama yakni tujuh tahun penjara dan denda Rp400 juta subsider tiga bulan kurungan.

Majelis hakim kasasi memutus perkara Imam pada Senin (15/3). Duduk sebagai Ketua Majelis yakni Hakim Agung Suhadi didampingi Abdul Latif dan Krisna Harahap masing-masing sebagai anggota. 

Baca juga: KPK Endus Potensi Korupsi Pemanfaatan Lahan di Papua

Dalam kasusnya, Imam dinilai terbukti menerima suap dan gratifikasi. Imam Nahrawi menerima suap dan gratifikasi melalui asisten pribadinya, Miftahul Ulum.

Imam dinilai terbukti menerima Rp11,5 miliar. Suap diberikan Ending Fuad Hamidy selaku Sekretaris Jenderal KONI dan Jhonny F. Awuy selaku Bendahara Umum KONI.

Suap bertujuan untuk mempercepat proses persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah Kemenpora untuk KONI tahun 2018. Sementara dalam perkara gratifikasi, Imam dinilai terbukti menerima Rp8.348.435.682 selama kurun 2015-2018. Uang itu berasal dari sejumlah pihak.

(ads)



TAGS :

Komentar