Puluhan Keluarga Korban Pembunuhan di Aifat Gelar Aksi Demo minta Kejari Sorong Bersikap Adil

  • 08 Juni 2021 12:44 WITA
Males Baca?


MCWNEWS.COM. SORONG – Puluhan masyarakat yang mengaku keluarga alm. Maurits Frasawi korban pembunuhan di kampung Faitswe, distrik Aifat, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat 25 November 2020 lalu melakukan unjuk rasa di halaman Kejaksaan Negeri Sorong, Senin siang, petang kemarin. 07 Juni 2021

Massa yang membawa sejumlah pamflet dan spanduk besar menuntut Kejaksaan bertindak adil lantaran menurut keluarga, pasal yang digunakan adalah penganiayaan namun hanya satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka, berinisial OK yang kini duduk di kursi pesakitan, dan kasusnya sudah bergulir di Pengadilan Negeri Sorong. Selasa, (8/6/2021).

Menurut keluarga, penganiayaan yang berujung maut itu tidak dilakukan OK sendirian, namun rekan-rekan pelaku berinisial NK, BK dan JK diduga ikut andil dalam aksi penganiayaan tersebut. Seharusnya, rekan rekan pelaku juga harus ditetapkan sebagai tersangka namun Kepolisian Resort Sorong Selatan justru hanya menetapkan OK sebagai tersangka.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum), Eko Nuryanto bersama Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Khusnul Fuad yang menerima massa kemudian mengajak perwakilan keluarga untuk berbicara langsung di dalam kantor Kejaksaan Negeri Sorong yang beralamat di jalan Jendral Sudirman.

Usai pertemuan, kepada awak media Kasi Pidum, Eko Nuryanto menjelaskan dalam berkas perkara tidak ada keterkaitan NK, BK dan JK dalam pembunuhan terhadap Maurits Frasawi yang terjadi pada 25 november 2020 lalu.

“Setelah kita pelajari di dalam berkas dan fakta yang ada dalam berkas perkara ini tidak ada keterkaitan yang lain. Jadi dalam berkas perkara ini tidak ada pelaku yang lain, sehingga memang pelakunya hanya satu orang. Sekali lagi sesuai akta yang disajikan penyidik dalam hal ini berkas perkara hanya ada satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka, itulah yang kami limpahkan ke pengadilan yaitu atas nama inisialnya OK dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan kemudian pasal 351 ayat (3) penganiayaan yang menyebabkan kematian,” terang Eko.

Usai bertemu dengan Jaksa, keluarga korban sepakat atas saran jaksa bahwa mereka tetap harus bersaksi dalam persidangan sesuai kebenaran yang mereka ketahui. Yang mana tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru dalam kasus pembunuhan tersebut.

Sementara keluarga korban, Maria Kocu dan Yohanes Kocu mengatakan, keluarga akan sampaikan kepada kejaksaan bahwa hari ini harus tetap dilaksanakan sidang, dan mendampingi saksi-saksi yang lain untuk memperkuat apa yang pihaknya yakini. Bahwa pembunuhan keluarganya Maurits Frasawi dilakukan secara beramai-ramai. 

“Tadi disampaikan bahwa tidak menutup kemungkinan dari pemeriksaan saksi-saksi akan muncul tersangka-tersangka baru dengan alat bukti yang baru dan dari kesaksian kami,” kata Maria.

Peristiwa naas yang merenggut nyawa Maurits Frasawi itu terjadi pada Rabu, 25 November 2020 sekitar pukul 17.30 WIT. Penyidik reskrim Polres Sorong Selatan yang melakukan olah tempat kejadian perkara (olah-tkp) dan meminta keterangan dari saksi NK, BC dan JK, ditambah bukti yang ditemui saat olah tkp kemudian ditetapkan OK sebagai tersangka dalam pembunuhan tersebut. Perkara ini sedang dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Sorong yang sudah memasuki tahap pemeriksaan saksi.

(charles)



TAGS :

Komentar