Rapat Paripurna Pertama Masa Sidang Kedua, Beri gambaran pelaksanaan APBD Raja Ampat T.A 2020

  • 08 Juni 2021 16:35 WITA
Males Baca?


MCWNEWS.COM, WAISAI - DPRD Kabupaten Raja Ampat menggelar pembukaan rapat paripurna pertama masa sidang kedua dalam rangka pembahasan materi LKPJ Bupati Raja Ampat tahun anggaran 2020.

Pembukaan pembahasan materi LKPJ T.A 2020 dihadiri Wakil Bupati Raja Ampat, Orideko I.Burdam, pimpinan DPRD Raja Ampat beserta anggota, pimpinan SKPD, Kapolres Raja Ampat. AKBP. Andrew. J.W. Manuputiy.S.ik. Dandim 1805/RA, Letkol Inf. Stevie Juan Klosts, Tomas, Toga, dan tamu undangan lainnya," Selasa, (8/7/2021).

Baca juga: Diganjar Hukuman 4,5 Tahun, Oknum Sulinggih Langsung Ajukan Bading

Sementara itu dalam laporan materi LKPJ T.A 2020, Wabup Raja Ampat, Orideo I. Burdam, mengatakan LKPJ akhir tahun anggaran merupakan bentuk Laporan pertanggungjawaban kepala daerah kepada masyakarat melalui DPRD. 

Dengan tujuan memberikan gambaran mengenai pelaksanaan APBD tahun anggaran 2020, dan sekaligus menjadi bahan kajian untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas, dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan tahun 2020 yang termuat dalam APBD yang merupakan kesinambungan dari program kerja tahun angggaran sebelumnya.

Baca juga: Puluhan Keluarga Korban Pembunuhan di Aifat Gelar Aksi Demo minta Kejari Sorong Bersikap Adil

Oleh sebab itu penyusunan LKPJ akhir tahun, 2020 mengacu pada dokumen-dokumen perencanaan yang ada yaitu rencana pembangunan jangka menengah daerah RPJMD tahun 2015-2020. 

Dijelaskan target realisasi APBD Kabupaten Raja Ampat tahun anggaran 2020 setelah mengalami perubahan sebagaimana peraturan daerah nomor 2 tahun 2020 sebagai berikut, realisasi Pendapatan daerah tahun anggaran 2020 sebesar Rp1.215.194.080.674 atau mencapai 76,39 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp1.590.792.170.000. dengan perincian sebagai berikut. 

Pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Raja Ampat tahun anggaran 2020 sebesar Rp17.424.851.966 atau 38,72 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp45.000.000.000, pendapatan asli daerah (PAD) tersebut bersumber dari hasil pajak daerah, hasil retribusi daerah, pendapatan hasil pengolahan kekayaan daerah yang dipisahkan serta lain-lain pendapatan asli daerah yang sah.

Pendapatan transfer yang berupa dana perimbangan bersumber dari bagi hasil pajak, dana alokasi umum, dana alokasi khusus dan dana  pemerintah provinsi dan desa.

Adapun realisasi dana transfer sebesar Rp1.179.121.936.135 dari target dana transfer sebesar Rp1.221.007.931. Kontribusi pendapatan transfer terhadap pendapatan daerah secara keseluruhan sebesar 97,37 persen. Lain-lain pendapatan yang sah, tahun anggaran 2020. Ditargetkan sebesar Rp334.784.239. Sampai tahun anggaran dapat di realisir sebesar Rp18.647.292.545 atau realisasi mencapai 5,57 persen.

Sementara itu anggaran APBD tahun 2020 secara keseluruhan ditargetkan sebesar Rp1.354.046.709.723 atau sampai akhir tahun anggaran 2020 telah direalisir sebesar Rp1.087.441.520.252, atau 80,31 persen secara garis besar disampaikan sebagai berikut. Belanja operasi dianggarkan sebesar Rp1.11.123.095.123 terealisasi sebesar Rp888.171.281.113 atau 87,84 persen. Belanja modal ditargetkan sebesar Rp290.958.731.620. atau terealisasi sebesar Rp194.348.681.991. atau 90,12 persen. Belanja tak terduga sebesar.Rp51.964.919.538. Terealisasi sebesar Rp4.000.921.557.220.

Menurut Wakil Bupati yang dicapai apapun hasilnya merupakan kerja keras dari semua pihak baik dari eksekutif maupun legislatif, oleh karena itu koreksi, masukan dan pendapat dari semua pihak sangat di butuhkan untuk meningkatkan kinerja dalam pemerintahan ini.

(Isak)



TAGS :

Komentar