Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan Divonis 7 Tahun Penjara di Tingkat Kasasi

  • 09 Juni 2021 13:05 WITA
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan divonis tujuh tahun penjara dan denda sebesar Rp200 juta subsidair enam bulan kurungan oleh Mahkamah Agung (MA). Putusan tersebut menyatakan menolak kasasi yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengaku telah menerima petikan putusan kasasi tersebut. Dalam waktu dekat, KPK akan segera mengeksekusi Wahyu Setiawan dan juga terpidana lainnya yakni, Agustiani Trio Fredelina sesuai dengan putusan di tingkat kasasi tersebut. 

"Tim JPU telah menerima pemberitahuan petikan putusan kasasi resmi terdakwa Wahyu Setiawan dan terdakwa Agustiani Tio Fredelina dan akan segera dilakukan eksekusi pidananya," kata Ali melalui pesan singkatnya, Rabu (9/6/2021).

Baca juga: Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin Bakal Diperiksa KPK Hari Ini

Dalam petikan amar putusan yang diterima KPK, majelis hakim Mahkamah Agung (MA) menyatakan menolak permohonan kasasi dari penuntut umum pada KPK. Kemudian, memutuskan memperbaiki putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Selanjutnya, menjatuhkan pidana kepada terdakwa Wahyu Setiawan berupa hukuman penjara selama 7 tahun dan pidana denda sebesar Rp200 juta. Dengan ketentuan, apabila denda tersebur tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan.

Baca juga: Dipanggil soal Polemik TWK, Pimpinan KPK Malah Surati Komnas HAM

Menjatuhkan pidana tambahan kepada terdakwa Wahyu Setiawan berupa pencabutan hak politik dalam menduduki jabatan publik selama lima tahun terhitung setelah selesai menjalani pidana pokok. KPK menghargai dan menghormati putusan kasasi tersebut.

"Walaupun menolak kasasi yang diajukan oleh Tim JPU namun khusus permohonan pencabutan hak politik dalam menduduki jabatan publik bagi terdakwa Wahyu Setiawan telah dipertimbangkan dan diputus sebagaimana permohonan dari Tim JPU dalam memori kasasi yang sebelumnya telah diajukan kepada MA," ungkapnya.

"Dengan putusan ini, maka makin menguatkan dugaan perbuatan tersangka HM (Harun Masiku) dan KPK tetap optimis dapat menemukan tersangka HM untuk segera dapat dibawa ke depan proses persidangan Tipikor," pungkasnya.



TAGS :

Komentar