Tokoh Adat : Pegunungan Bintang Harus Aman, Masyarakat Jangan Terprovokasi Kelompok Lain Idiologi

  • 09 Juni 2021 18:25 WITA
Ketua Dewan Adat Daerah Sibilki Pegubin Bapak Yohanes Kakyarmabin.
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAYAPURA - Tokoh adat di Kabupaten Pegunungan Bintang meminta masyarakat Papua khususnya wilayah Kabupaten Pegununan Bintang tidak terprovokasi dengan aksi-aksi kelompok bersebrangan idiologi.

Ketua Dewan Adat Daerah Sibilki Pegubin, Yohanes Kakyarmabin kepada awak media di Jayapura, tegas memberikan himbauan kepada warganya untuk fokus menjaga Kamtibmas dan kedamaian untuk keberlangsungan pembangunan di wilayah itu.

"Saya sependapat dengan pihak keamanan dalam hal ini pihak Kepolisian dalam menjaga Kamtibmas, karena dengan Kamtibmas tentunya akan berimbas pada semua sendi kehidupan, sehingga hal itu tentunya perlu didukung oleh semua pihak, bukan saja menjadi tanggungjawab aparat keamanan baik TNI atau Polri,"kata Yohanes, Rabu (9/6/2921).

Baca juga: Kejagung Sita Aset Apartemen Seluas 48,23 m2 Terduga Kasus Korupsi PT ASABRI

Yohanes juga mengajak agar masyarakat di ratusan kampung dan puluhan distrik di Kabupaten Pegunungan Bintang agar tidak terprovokasi dengan isu yang bisa membuat kehidupan tidak nyaman.

"Masyarakat jangan termakan isu atau terhasut dengan kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab. Saya meyakini bahwa kamtibmas yang aman menjamin semua aktivitas. Jangan lagi ada kelompok yang mengatasnamakan masyarakatnya lalu kehidupan yang ada ini tidak aman dan nyaman," pintanya.

Baca juga: Rapat Paripurna Pertama Masa Sidang Kedua, Beri gambaran pelaksanaan APBD Raja Ampat T.A 2020

Yohanes juga menyingung soal komunikasi dan koordinasi pemerintah daerah dengan pemerintah terbawah yang ada di kabupaten yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Papua New Guinea (PNG) itu.

Sebab, jika komunikasi dan koordinasi terjalin dengan baik, maka Kabupaten Pegunungan Bintang akan terhindar dari tindakan-tindakan yang dapat memecah belah kerukunan hidup dalam tatanan berbangsa dan bertanah air.

"Saya kira ini yang bisa disampaikan, dan untuk  keamanan kami mendukung sepenuhnya aparat Polri dan TNI," tutupnya.

Sementara itu, belum lama ini, di Oksamol, Kabupaten Pegunungan Bintang dikabarkan satu anggota Kepolisian dinyatakan gugur karena diserang oleh kelompok kriminal bersenjata.

Kapolsubsektor Oksamol Briptu Mario Sanoy gugur saat mempertahankan pos yang ditempatinya. Dua senjata api laras panjang dan satu laras pendek dinyatakan hilang dibawa kabur penyerang Polsubsektor Oksamol.

(dy)



TAGS :

Komentar