Diduga Terlibat Suap Walkot Tanjungbalai, KPK Kantongi Pengakuan Azis Syamsuddin

  • 09 Juni 2021 22:25 WITA
Wakil Ketua DPR asal Golkar Azis Syamsuddin Usai Diperiksa KPK

Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mempertajam dugaan keterlibatan Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin dalam kasus suap terkait penanganan perkara Wali Kota Tanjungbalai Tahun 2020-2022. Politikus Golkar itu diduga aktor yang memfasilitasi pihak-pihak untuk melakukan praktik rasuah.

Dugaan itu kemudian dikonfirmasi penyidik kepada Azis Syamsuddin pada hari ini, Rabu (9/6/2021). Azis diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi sekaligus untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka mantan penyidik KPK asal Polri, AKP Stepanus Robin Pattuju (SRP).

Penyidik telah mengantongi pengakuan Azis pada pemeriksaan tersebut. Salah satu pengakuan Azis yang telah dikantongi penyidik yakni, soal awal mula perkenalannya dengan Stepanus Robin Pattuju yang kini berujung praktik rasuah. Sebab, Stepanus Robin Pattuju diduga menerima suap dari Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial.

Baca juga: Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin Bakal Diperiksa KPK Hari Ini

"Azis Syamsuddin (Wakil Ketua DPR RI), tim penyidik mengkonfirmasi antara lain terkait dengan awal perkenalan saksi dengan tersangka SRP dan dugaan memfasilitasi oleh saksi untuk dilakukannya pertemuan dirumah dinas jabatan Wakil Ketua DPR, antara tersangka SRP dengan tersangka MS," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Rabu (9/6/2021).

Pengakuan serta keterangan Azis Syamsuddin tersebut telah dituangkan penyidik ke dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Nantinya, bukti-bukti dugaan keterlibatan hingga BAP Azis Syamsuddin akan dibongkar di persidangan kasus ini. Tak tertutup kemungkinan, Azis juga akan kembali dikonfirmasi keterangannya di pengadilan, nanti.

Baca juga: Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan Divonis 7 Tahun Penjara di Tingkat Kasasi

"Keterangan materi pemeriksaan selengkapnya telah tertuang dalam BAP saksi dan akan disampaikan di depan persidangan Tipikor," beber Ali.

Sementara itu, Azis yang usai diperiksa oleh penyidik KPK selama sekira sembilan jam memilih bungkam. Ia enggan sedikit pun menjawab sejumlah pertanyaan awak media. Azis lebih memilih bergeming dan menghindari cecaran pertanyaan awak media

Sekadar informasi, nama Azis Syamsuddin terseret dalam skandal dugaan suap terkait penghentian penyelidikan perkara korupsi di Pemkot Tanjungbalai. Azis Syamsuddin disebut sebagai fasilitator atau pihak yang mempertemukan Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial dengan mantan penyidik KPK asal Polri, AKP Stepanus Robin Pattuju.

Dari pertemuan itu, AKP Stepanus Robin bersama rekannya, seorang pengacara, Maskur Husain bersepakat jahat dengan Syahrial. Kesepakatan jahat antara ketiganya itu berkaitan dengan rencana penghentian penyelidikan perkara dugaan suap jual-beli jabatan di lingkungan Pemkot Tanjungbalai. Diduga, M Syahrial terjerat dalam kasus tersebut.

M Syahrial sepakat menyiapkan dana Rp1,5 miliar untuk Stepanus Robin dan Maskur Husain agar bisa menghentikan penyelidikan dugaan suap jual-beli jabatan tersebut. Kesepakatan jahat itu terjadi di rumah dinas Azis Syamsuddin.

Namun, dari kesepakatan awal Rp1,5 miliar, Stepanus Robin Pattuju baru menerima uang suap total Rp1,3 miliar. Uang itu diberikan M Syahrial kepada Stepanus Robin melalui transfer ke rekening bank milik Riefka Amalia.

Atas kejadian itu, KPK baru menetapkan tiga tersangka kasus dugaan suap terkait upaya penghentian penyelidikan perkara korupsi di Pemkot Tanjungbalai. Ketiganya yakni, M Syahrial; AKP Stepanus Robin Pattuju, dan Maskur Husain. Sedangkan Azis Syamsuddin telah dicegah untuk bepergian ke luar negeri.

(ads)



TAGS :

Komentar