1 Juli Bukan Hari Papua Merdeka, Papua Final Masuk NKRI

  • 30 Juni 2021 18:30 WITA
Ketua Lembaga Barisan Merah Putih (tengah) bersama para tokoh adat Sentani saat memberikan keterangan soal 1 Juli di Papua
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAYAPURA - Tokoh adat Kabupaten Jayapura meminta semua lapisan masyarakat tidak terprovokasi soal klaime tanggal 1 Juli sebagai Hari Papua Merdeka oleh Kelompok lain idiologi.

Tokoh Adat Sentani Kabupaten Jayapura sekaligus Ketua Lembaga Barisan Merah Putih Kabupaten Jayapura, Simion Ohee menegaskan jika 1 Juli adalah Hari Bhyangkara bukan Papua Merdeka.

"Tidak betul itu, ini penyesatan, masyarakat jangan terprovokasi, mari jaga keamanan dan kedamaian di Papua khususnya Kabupaten Jayapura ini," tegas Simion. Rabu (30/6/2021).

Ditegaskan juga bahwa Papua sudah final masuk bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sejak Pepera 1969 silam.

"Kami menolak dengan tegas perayaan 1 Juli oleh TPN-OPM, karena Papua adalah NKRI sampai kapanpun. Tidak ada 1 Juli sebagai HUT Papua Merdeka, itu penyesatan, Papua tetap NKRI," ucapnya.

Pihaknya berkomitmen untuk tetap menjaga dan mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia di Papua.

"Merah Putih harus tetap berkibar di Papua, tidak ada bendera lain. Aparat harus tegas menindak kelompok-kelompok berlainan idiologi, mau yang berjuang dihutan maupun yang elite politiknya. Papua itu NKRI, tidak ada lain," tegasnya.

Pihaknya juga mengingatkan pagelaran akbar PON Papua. Tokoh perempuan Tabi, Amita Samy berharap PON XX Tahun 2021 harus aman. 
 

"Kami yang memiliki tanah ini, jadi kami harapa semua warga Tabi untuk mendukung PON Papua yang aman dan damai. Tidak boleh ada gerakan-gerakan yang bisa mempengaruhi PON," katanya 

Untuk diketahui, 1 Juli di Papua selain diperingati sebagai Hari Bhayangkara, oleh kelompok TPN-OPM dan kelompok berafiliasi 1 Juli diperingati sebagai Hari Papua Merdeka. Atas inipun, aparat di Papua menyebut 1 Juli sebagai kalender Kamtibmas yang memerlukan pengamanan ekstra.

(dy)



TAGS :

Komentar