WN Perancis Pemilik Sabu dan 3 Pucuk Senpi Divonis 16 Bulan Penjara

  • 30 Juni 2021 18:35 WITA
Warga Negara (WN) Perancis bernama Rayan Jawad Henri Bitar
Males Baca?


MCWNEWS.COM, DENPASAR - Warga Negara (WN) Perancis bernama Rayan Jawad Henri Bitar (30) yang sebelumnya ditangkap karena memiiki narkotika jenis sabu-sabu dan tiga pucuk senjata api (senpi) serta puluhan amunisi, benar-benar bernasib mujur. 

Bagaikan tidak dalam sidang yang berlangsung secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar yang dipimpin oleh hakim I Gede Novyartha ia hanya dijatuhi hukuman 1 tahun dan 4 bulan penjara atau 16 bulan penjara. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yang sebelumnya menuntut terdakwa 2 tahun penjara. 

Majelis hakim dalam amar putusannya menyatakan menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Penyalahgunaan Narkotika Golongan I bagi diri sendiri dan tanpa hak menyimpan, senjata api.

Perbuatan terdakwa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 127 Ayat (1) huruf a UU Narkotika dan Pasal 1 Ayat (1) UU Darurat RI No. 12 Tahun 1951. 

“Menghukum terdakwa Rayan Jawad Henri Bitar oleh karena itu denga pidana penjara selama 1 tahun dan 4 bulan,” sebut hakim dalam amar putusannya. Atas putusan itu, terdakwa melalui kuasa hukumnya langsung menyatakan menerima sedangkan JPU I Wayan Sutarta masih menyatakan pikir-pikir. 

Diberitakan sebelumnya, dalam dakwaan yang dibacakan di muka sidang terungkap, bahwa terdakwa dalam perkara ini dijerat dengan 3 Pasal dari UU Narkotika dan Pasal satu dari UU Darurat atas kepemilikan tiga pucuk senpi serta puluhan amunisi tersebut. 

Yaitu Pasal 114 ayat (1), 112 ayat (1) dan 127 ayat (1) huruf a UU Narkotika. Selain itu bule pemilik Paspor bernomor 17AF23293 juga dijerat dengan Pasal 1 ayat (1) UU Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 terkait kepemilikan 3 pucuk Senpi dan 29 butir amunisi. 

Atas jeratan pasal dalam UU Narkotika tersebut maka terdakwa pun terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara. Tapi untuk UU No 51 terkait kepemilikan senpi dan amunisi tanpa izin ini terdakwa terancam hukuman mati. 

"Terdakwa tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menawarkan, atau menyerahkan Narkotika golongan I jenis sabu seberat 4,81 gram netto," tulis jaksa dalam dakwaan pertama.

Selain itu jaksa dalam dakwaannya juga menyebut terdakwa tanpa hak memasukkan ke Indonesia membuat, menerima, mencoba memperoleh, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, sesuatu senjata api, munisi atau sesuatu bahan peledak. 
 

Untuk diketahui, terdakwa ditangkap oleh petugas dari Polda Bali pada 21 Maret 2021 sekitar pukul 19.30 Wita. Saat dilakukan pengeledahan di tempat tinggal terdakwa di Villa Kharisma No. 10 A Jln. Umalas Klecung, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung ditemukan barang bukti berupa Narkotika jenis sabu seberat 4,81 gram netto.

Terdakwa mengaku mendapatkan narkotika jenis sabu tersebut dari seseorang bernama Mang Adi (DPO) dengan cara memesan lewat WhatsApp (WA) dan mentransfer uang ke rekening Mang Adi sebesar Rp. 800.000.

"Terdakwa mengaku sudah mengkonsumsi barang terlarang itu sejak tahun 2009. Alasannya, selain untuk lebih kreatif dalam bekerja. Juga bertujuan untuk mengalihkan ingatannya akan segala permasalahan masa lalu," sebut Jaksa dalam dakwaan.

Selain dua paket dengan berat masing - masing 0,44 gram dan 4,37 gram, petugas juga menemukan tiga pucuk senjata api, yaitu satu pucuk senjata laras panjang jenis Blade Pistol Stabilizer Made In USA beserta magazine dengan amunisi sejumlah 28 butir kaliber 9X19 mm.

Selain itu ada pula satu pucuk senpi jenis Makarov Made In Rusia kal 7.65 mm dan satu pucuk senpi jenis NAA 22LR beserta 1 butir amunisi kaliber 22 mm.

(eli)



TAGS :

Komentar