Reses Yakonias Wabran, Rakyat Sepakati MRP Gugat UU Otsus

  • 03 Juli 2021 05:39 WITA
Heraing Anggota MRP.Yakonias Wabran bersama para tokoh dan masyarakat di Sentani.
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAYAPURA - Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Kelompok Kerja (Pokja) Adat Yakonias Wabran menggelar reses bersama para tokoh adat Kabupaten Mamberamo-Keerom (Wilayah Adat Mamberamo Tami/Mamta) di Kantor Dewan Adat Mamta di Kampung Kleublouw Harapan Sentani Kabupaten Jayapura. Jumat (2/7/2021).

Yakonias kepada MCWNEWS.COM, memaparkan hasil hearing bersama puluhan tokoh dan masyarakat yang digelar bertema Sosialisasi dan jaring aspirasi mayarakat Orang Asli Papua itu ada beberapa hal yang menjadi pembahasan. Utamanya adalah soal UU Otsus Tahun 2001.

"Reses hari ini yang hadir kebanyakan berbicara UU Otsus. Mereka kebanyakan sepakat jika MRP menggugat pemerintah atas itu. Karena menurut mereka apa yang dilakukan pemerintah pusat itu tidak benar. Jika ingin ubah pasal, maka harus semua direvisi, jangan hanya dua pasal," kata Yakonias.

Dikatakan, pada UU Otsus Nomor 21 Tahun 2001 tidak mengakomodir masyarakat Papua keseluruhan. Masyarakat tidak mengerti Otsus.

"Ini yang disampaikan salah satu ibu Tabi, jadi ini persoalan ada di kami tapi yang buat aturan orang lain, maka tidak akan pas, lebih baik tidak usah. Dan Ondoafi-Ondoafi disini tidak mengerti dan tahu tentang Otsus, katanya ada dananya, nyatanya mana," ungkapnya.

Mereka bahkan menginginkan Otsus tidak ada dan bisa merasakan hidup menjadi tuan di negeri sendiri.

"Mereka ini rakyat kecil. Mereka katakan tidak suka ada Otsus, karena ada elite Politik yang bermain, sementara rakyat terus dikorbankan. Mereka ingin merdeka saja. Dan saya tidak bisa sembunyikan ini,"ucapnya.

Selain melalukan hearing, Yakonias Wabran yang juga sebagai Ketua Dewan Adat Mamta ini menggelar rapat internal kesiapan Pleno dan Konferensi Dewan Adat di Kaimana.

Dalam rapat itu, setiap Dewan Adat akan mengirimkan 7 (tujuh) orang pada kegiatan Konferensi yang rencananya akan digelar antara September atau Oktober 2021 mendatang.

(dy)



TAGS :

Komentar