Kejati Bali Tegaskan Bakal Melelang Barang Sitaan Milik Tri Nugraha

  • 08 Juli 2021 19:20 WITA
Asisten Itelijen (Asintel) Kejati Bali Zuhandi
Males Baca?


MCWNEWS.COM, DENPASAR - Setelah beberapa bulan tanpa kejelasan, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali akhirnya menegaskan akan melelang barang sitaan milik almarhum Tri Nugraha yang diduga hasil dari tidak pidana gratifikasi dan tindak pindana pencucian uang (TPPU). 

Ketegasan ini disampaikan oleh Asisten Itelijen (Asintel) Kejati Bali Zuhandi kepada wartawan di sela-sela acara vaksinasi masal di Kejati Bali, Kamis (8/7/2021).

Dikatakannya, kepastian akan melelang aset milik mantan Kepala BPN Denpasar itu adalah atas petunjuk dari Kejaksaan Angung RI. 

"Atas petunjuk dari Kejaksaan Agung agar barang sitaan milik Tri Nugraha untuk segara dilelang," kata Zuhadi. Dikatan pula, saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang) untuk menentukan nilai tafsir dari barang-barang yang akan dilelang. 
 

"Jadi untuk harga atau nilai tafsiran barang-barang yang akan dilelang kami serahkan sepenuhnya kepada KPKNL, dan saat ini sedang dilakukan penghitungan," ujarnya menambahkan. 

Sementara ditanya dasar hukum atas dilakukanya lelang tersebut, Zuhadi menjawab bahwa semua barang sitaan milik Tri Nugraha dianggap sebagai barang temuan dari hasil tindak pidana.

"Dasar dilakukan lelang karena barang-barang itu dianggap sebagai barang temuan," ungkapnya. 
 

Diiketahui, tim penyidik Kejati Bali sebelumnya telah menyita Barang bukti milik Tri Nugraha di antaranya 12 kendaraan yang terdiri atas 8 kendaraan roda empat dan 4 kendaraan roda dua. Selain itu melalui penetapan pengadilan, kejaksaan juga menyita 12 bidang tanah milik Tri Nugraha.

Sedangkan terkait hasil pemeriksaan terhadap tim penyidik imbas dari peristiwa tewasnya Tri Nugraha dengan cara bunuh diri di toilet Kejaksaan, 31 Aguatus 2020 lalu, Zuhadi mengatakan sudah respon oleh pimpinan Kejaksaan. 

"Hasil pemeriksaan internal sudah keluar dan sudah dijalani. Hasilnya pemeriksaannya adalah adanya ketidakpuasan pimpinan terhadap beberapa penyedik sehingga berepa penyidik ini dikenakan sanksi beripa teguran dan sanksi itu sudah dijalani," pungkasnya. 

Diberitakan sebelumnya, Tri Nugraha yang sempat menjabat sebagai Kepala BPN Denpasar dan Kepala BPN Badung, ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi gratifikasi dan dugaan tindak pidana pencucian uang.

Pada (31/8/2020) sekitar 19.40 Wita, saat tersangka Tri Nugraha akan diproses penahanan dari Kejati Bali menuju Lapas Kerobokan, Tri Nugraha melakukan bunuh diri dalam toilet Kantor Kejati Bali. Menurut keterangan Wakajati Bali, Asep Maryono bahwa saat itu diduga Tri Nugraha menembakkan senpi ke arah dada kirinya.

 

(eli)



TAGS :

Komentar