Pengacara 'Double O' Tantang Pemilik Lahan 'Perang' di Proses Hukum

  • 12 Juli 2021 20:30 WITA
Yosep Titirlolobi selaku Kuasa Hukum Direktur Utama PT Panca Indah Kurnia, Robby Iswandi
Males Baca?


MCWNEWS.COM, SORONG - Yosep Titirlolobi selaku Kuasa Hukum Direktur Utama PT Panca Indah Kurnia, Robby Iswandi menyatakan siap menghadapi proses hukum terkait sengkarut sewa-menyawa lahan Tempat Hiburan Malam (THM) 'Double O'. Yosep Titirlolobi menantang pemilik lahan yang disewa oleh 'Double O' untuk 'perang' di proses hukum.

Demikian ditegaskan Yosep Titirlolobi kepada Yance Salambauw selaku Kuasa Hukum pemilik lahan, FS. Yosep meminta Yance Salambauw agar tidak terlalu responsif dalam menyikapi pernyataannya di sejumlah media beberapa waktu belakangan ini.

"Apa yang disampaikan kuasa kukum FS di media cetak maupun elektronik dalam menanggapi statemen saya sebagai Kuasa Hukum PT Panca Indah Kurnia itu menandakan bahwa kemampuan mereka kuasa hukum FS dalam mentafsir statemen saya cuma hanya sampai disitu," kata Yosep melalui keterangan resminya, Senin (12/7/2021).

Yosep mempersilakan Yance Salambauw untuk mengambil langkah hukum terkait sengkarut sewa-menyawa lahan 'Double O'. Ia pun menegaskan siap untuk menghadapi langkah hukum tersebut.

"Kalau kuasa hukumnya FS, Yance Salambauw S.H mau mengambil langkah hukum silakan saja saya tantang itu, ini negara demokrasi, memangnya siapa yang takut, gertak begitu supaya saya bilang wow begitu?," tekannya.

Menurut Yosep, setiap warga negara sama di mata hukum. Lebih lanjut, kata dia, setiap warga negara juga punya hak  untuk melaporkan maupun dilaporkan. Sebab, itu dijamin oleh Undang-Undang.

Yosep juga menegaskan, apa yang disampaikan olehnya beberapa waktu belakangan ini terkait pembelaan untuk kliennya dapat dipertanggungjawabkan. Sebab, kata Yosep, Yance Salambauw menganggap dirinya bukan kuasa hukum 'Double O'.

"Saya mau kasih tahu, saya diberikan kuasa oleh klien saya atasnama Robby Iswandi pemilik Double O Itu tanggal 5 Juli sesuai dengan kuasa yang saya daftarkan di Panitera Pengadilan Negeri Sorong Tanggal 7 Juli 2021 No:232/SKU.HK/7/2021/PN.Son. Masa saya mau daftarkan kuasa, saya harus kasih tahu ke mereka," tegas Yosep.

Menurut Yosep, apa yang disampaikan oleh kuasa hukum FS, Yance Salambauw, yang merasa keberatan karena ucapannya tentang merampok secara halus, dipastikan memang benar adanya. Sebab, kata Yosep, FS sendiri yang mengajukan mohon sita jaminan (Conservatoir Beslag) lewat kuasa hukumnya atas bangunan objek sengketa yang diberi nama 'Double O' di Pengadilan Negeri Sorong.

"Sedangkan semua kan tahu bangunan Double O dan isinya beromset 20 Milyar lebih, Itu berbanding terbalik dengan sewa tempat pertahun untuk tahun 2020 yang belum dibayar oleh klien kami karena pandemi Covid-19 cuma Rp150 juta," pungkasnya.

 

(ads)



TAGS :

Komentar