Otsus Adalah Berkat Tuhan, Tokoh Papua Minta Tak Ada Demo Penolakan

  • 14 Juli 2021 18:50 WITA
Tokoh Adat, Agama, Pemuda Papua saat menggelar rilis terkait demo penolakan Otsus.
Males Baca?


MCWNEWS.COM, SENTANI - Hari ini puluhan Pemuda dan mahasiswa Papua menggelar aksi demo di Kampus Universitas Cenderawasih (Uncen) Abepura menolak perpanjangan UU Otonomi Khusus di Papua. Rabu (14/7/2021).

Demo yang tidak mengantongi izin lantaran bisa memicu penyebaran Covid-19 ini lantas dibubarkan aparat Kepolisian. Beberapa mahasiswa yang menjadi penanggungjawab digelandang aparat untuk dimintai keterangan.
 
Atas situasi ini, para tokoh yang terdiri dari Ondofolo Yanto Ohee, selaku Ketua Presedium Putra Putri Pejuang Pepera (P5) sekaligus Koordinator Forum Indonesia Bersatu Tanah Papua,  didampingi Pdt. Coto Mauri S.Th, selaku Tokoh Agama, Sem Kogoya, Wakil Ketua Koordinator Pengendali Masyarakat Pegunungan Tengah Papua, Martinus Kasuai selaku Ondoafi Greminawa, Beni Tesia, Tokoh Masyarakat Greminawa, Neil Manobi selaku Tokoh Pemuda Sentani, Rudi Yappo Samori sebagai Ketua Barisan Merah Putih Kabupaten Jayapura, Eroll Marweri Ketua KNPI Kabupaten Jayapura dan David Ohee selaku Pengurus KNPI Kabupaten Jayapura, mengeluarkan pernyataan sikap resmi terkait hal itu.

"Menyikapi dinamika sehubungan akan ditetapkannya kelanjutan Otsus Papua oleh DPR RI, hari ini saya bersama para tokoh dari unsur Adat, Agama, Pemuda dan lainnya yang tergabung dalam Forum Indonesia Bersatu di Tanah Papua mengeluarkan pernyataan sikap resmi," tegas Onfolo Yanto Eluay, membuka pernyatan sikap.

"Kita sama-sama komitmen untuk menjaga kedamaian di tanah Papua, kami yang mewakili seluruh Unsur Forum Indonesia Bersatu menyampaikan sikap, dan kami harap ini merupakan kontribusi kami dari Forum Indonesia Bersatu untuk Papua yang lebih baik, aman dan damai," tegas Ondofolo Yanto.

"Kami berharap apa yang dilakukan pemerintah terkait kelanjutan Otsus Jilid II, harus disyukuri dan dalam implementasi Otsus ini kita turut mengawasi, agar Otsus ini benar- benar dapat bermanfaat bagi masyarakat adat atau orang asli Papua. Kami berterimakasih kepada Presiden dan DPR RI atas ini," sambungnya.

Pendeta Coto Mauri, S.Th, dalam kesempatan tersebut meminta seluruh masyarakat Papua menjadikan Otsus sebagai berkat dari Tuhan.

"Mari sikapi Otsus ini sebagai berkat Tuhan, mungkin ditahap I ada kepincangan- kepincingan namun diperiode ini kita harus maju terus untuk menjadi berkat bagi orang asli Papua dan seluruh masyarakat yang ada di Papua," kata Pendeta Mauri.

Dirinya meminta dukungan masyarakat Papua untuk evaluasi Otsus periode I. Kekurangan sebelumnya untuk diperbaiki, sehingga periode lanjut bisa tepat sasaran.

"Mari kita dukung itu, Jika di tahap 1 terjadi permasalahan, dinikmati oleh elit- elit Papua saja, makaperlu dievaluasi dan betul- betul ditahap II bisa untuk masyarakat Papua. Sehingga ini menjadi berkat Tuhan. Mari kita perbaiki di Tahap II ini agar tepat sasaran,"ucapnya lagi.

Pernyataan sikap Forum Indonesia Bersatu di Tanah Papua yang dibacakan Sem Kogoya sebagai berikut :

1. Menyikapi situasi dan kondisi serta dinamika yang berkembang di atas tanah Papua, terkait keberlanjutan otsus Papua dengan tegas menolak segala bentuk aksi unjuk rasa / demo penolakan terhadap kelanjutan otsus Papua kami menghimbau agar seluruh elemen dan komponen masyarakat Papua baik mahasiswa dan masyarakat untuk ikut menjaga keamanan dan situasi yang kondusif aman dan damai di tanah Papua. 

2. Kami para tokoh yang tergabung dalam wadah forum Indonesia bersatu di tanah Papua telah bersepakat untuk mendukung kelanjutan pelaksanaan otsus Papua dengan pertimbangan sebagai berikut bahwa:

A. Masyarakat saat ini sangat membutuhkan dukungan anggaran otsus untuk membiayai sektor kebutuhan pokok pendidikan, kesehatan, dan pembangunan sektor masyarakat

B. Otsus Papua harus segera di implementasikan dengan regulasi untuk kepentingan masyarakat Papua bukan untuk kepentingan para pejabat korup Papua. 

C. Para pejabat papua" Politisi Intelektual agar tidak memanfaatkan komponen mahasiswa, ormas dan masyarakat untuk melakukan aksi-aksi penolakan terhadap keberlanjutan otsus Papua. 


(dy)



TAGS :

Komentar