Eks PNS MA Rohadi Divonis 3,5 Tahun Penjara dan Denda Rp300 Juta

  • 14 Juli 2021 22:20 WITA
Sidang putusan Rohadi digelar secara virtual dari Gedung KPK
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan hukuman 3,5 tahun penjara dan denda Rp300 juta subsidair empat bulan kurungan kepada terdakwa Rohadi. Rohadi merupakan mantan Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Mahkamah Agung (MA). 

Hakim menyatakan Rohadi terbukti bersalah melakukan berbagai tindak pidana korupsi. Tindak pidana korupsi yang dilakukan Rohadi diantaranya, menerima suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di tingkat pengadilan hingga MA. Rohadi juga terbukti mencuci uang hasil suap dan gratifikasinya tersebut.

"Menyatakan terdakwa Rohadi telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan beberapa tindak pidana korupsi," kata Ketua Majelis Hakim Albertus Usada saat membacakan amar putusan untuk terdakwa Rohadi di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (14/7/2021).

Rohadi diwajibkan untuk menjalani pidana penjaranya tersebut tanpa dipotong masa tahanan Sebab, saat ini Rohadi sedang menjalani hukuman pada perkara sebelumnya yang telah dinyatakan inkrakh. Sehingga, ia tidak menjalani masa penahanan selama proses penyidikan hingga penuntutan.

Dalam menjatuhkan putusan, hakim mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan maupun meringankan. Hal yang memberatkan hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap Rohadi yakni, karena perbuatannya tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi.

Sedangkan hal-hal yang meringankan hukuman terhadap Rohadi yakni, karena terdakwa dinilai kooperatif dalam menjalani proses peradilan; berterus terang memberikan keterangan di persidangan; menyatakan mengaku bersalah; dan merupakan tulang punggung keluarga.

Diketahui, vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan yang diajukan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Di mana sebelumnya, JPU mengajukan tuntutan lima tahun penjara dan denda Rp300 juta subsidair enam bulan kurungan terhadap Rohadi. 

Dalam perkaranya, Rohadi dinyatakan terbukti menerima suap dengan nilai total Rp4.663.500.000 (Rp4,6 miliar) dan gratifikasi dengan nilai Rp11.518.850.000 (Rp11,5 miliar). Rohadi juga dinyatakan terbukti telah mencuci uang hasil suap dan gratifikasinya sejumlah Rp40.598.862.000 (Rp40,5 miliar).

 

(ads)



TAGS :

Komentar