Terdakwa Kasus Memasukan Keterangan Palsu di Akta Otentik Dituntut 2 Tahun Penjara

  • 15 Juli 2021 18:25 WITA
Males Baca?


MCWNEWS.COM, DENPASAR - Terdakwa Yuri Pranatomo yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur di salah satu perusahaan milik pengusaha asal Legian, Kuta, Zaenal Tayeb dituntut hukumam 2 tahun penjara atas kasus dugaan memberikan kegerangan palsu dalam akta otentik.

Kasi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Badung I Gede Gatot Hariawan saat dikonfirmasi, Kamis (15/7/2021) membenarkannya. "Benar terdakwa Yuri Pranatomo sudah dituntut jaksa 2 tahun penjara," kata pria yang akrab disapa Gatot ini. 

Gatot menbakan, terdakwa Yuri Pranatomo dituntut 2 tahun penjara karena menurut jaksa ia terbukti melakukan tindak pidana tindak pidana turut serta menempatkan  keterangan palsu dalam akte otentik sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 266 Ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) KUHP. 
 

Atas tuntutan itu, ujar Gatot, terdakwa melalui kuasa hukumnya Syarmika Tayeb juga sudah mengajukan pembelaan."Atas pembelaan terdakawa kami dari pihak jaksa juga sudah mengajukan replik (jawaban atas pembelaan)," ungkap mantan Kasi Pidum Kejari Jembrana ini. 

Sementara itu dalam surat dakwaan, diungkap, pemalsuan akta otentik yang menjadi persoalan dalam kasus ini diduga terjadi pada 27 September 2017. Saat itu terdakwa di Kantor Notaris  BF. Harry Prastawa, Jalan Raya Kerobokan, Kuta Utara, Badung, membuat surat draf kerja sama pembangunan dan penjualan untuk diserahkan pada notaris BF. Harry Prastawa dan lalu dibuatkan akta notaris.

Dalam draf tersebut terdakwa menerangkan luas keseluruhan lahan delapan SHM seluas 13.700 meter persegi. Setelah saksi korban Hedar Giacomo Boy Syam  membayar lunas dan mengecek luas keseluruhan delapan SHH, ternyata luasnya hanya 8.892 meter persegi. Akibat perbuatan terdakwa ini saksi korban Hedar Giacomo Boy Syam mengalami kerugian sebesar Rp21 milliar.

 

(eli)



TAGS :

Komentar