Mantan Pegawai Bagian Kredit LPD Gerokgak Diadili Karena Korupsi

  • 15 Juli 2021 21:00 WITA
Foto : Istimewa
Males Baca?


MCWNEWS.COM, DENPASAR - Sidang kasus dugaan korupsi di Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Pakraman Gerokgak, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng yang menyeret mantan pengurus LPD Gerokgak kembali berjalan.

Kali ini giliran mantan pegawai LPD Gerokgak bagian kredit Kadek Suparsana (40) yang duduk di kursi panas pengadilan. 

Jaksa Penuntut Umum I Wayan Genip dalam sidang menyatakan, akibat perbuatan terdakwa dan 5 orang mantan pengurus lainnya Komang Agus Putra Jaya, Dayu Ketut Masmuni, Nyoman Milik, Made Sudarma dan lmarhum Gede Gelgel, LPD Gerokgak mengalami kerugian Rp1,2 miliar lebih.

Terungkapnya kasus bermula ketika pada tahun 2015 saat menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, Hari Raya Idul Fitri dan penerimaan murid/siswi-siswi tahun ajaran baru, terjadi penarikan tabungan dan deposito secara besar-besaran di LPD Desa Pakraman Gerokgak.

Namun saat itu para nasabah tidak bisa menarik tabungan maupun depositonya karena kas di LPD Desa Pakraman Gerokgak dalam keadaan kosong.

Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut kemudian dibentuk tim 9 namun tidak berhasil menyelesaikan permasalahan yang ada.

Selanjutnya dibentuk Tim Inventarisasi LPD Desa Pakraman Gerokgak dengan hasil temuan bahwa LPD Desa Pakraman Gerokgak mengalami kerugian karena dana LPD Desa Pakraman Gerokgak secara pribadi.

"Terdapat selisih aktiva dan pasiva sebesar Rp1.416.236.334,-. sehingga disimpulkan kondisi keuangan LPD tersebut sebenarnya dalam kondisi tidak sehat," terang jaksa dalam sidang, Kamis (15/7/2021) di Pengadilan Negeri Denpasar.

Diungkapkan pula, dalam melakukan aksinya terdakwa bersama dengan para pengurus dan karyawan lainnya menyiasati dengan cara mengajukan permohonan kredit yang mengatasnamakan keluarganya.

Namun pemberian kredit tersebut juga tidak mempertimbangkan kemampuan dan tidak ada jaminan kreditnya.

Disebutkan pula, Terdakwa Kadek Suparsana menggunakan uang Rp230.529.000,-, saksi Komang Agus Putrajaya memakai uang Rp548.500.000,-, saksi Made Sudarma memakai uang Rp116.000.000,-, saksi Dayu Ketut Masmuni memakai uang Rp76.550.000,-,saksi Nyoman Milik memakai uang Rp138.962.000,-, dan almarhum Gede Gelgel memakai uang Rp154 145.000,-.

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 3 Jo.  Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 Jo.  Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP," urai jaksa.

 

(eli)



TAGS :

Komentar