18 Pegawai KPK Bakal Jalani Diklat Bela Negara Besok, 6 Lainnya Menolak

  • 21 Juli 2021 16:25 WITA
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 18 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) bakal menjalani pendidikan dan pelatihan (diklat) bela negara pada Kamis, 22 Juli 2021, besok.

Sedangkan enam pegawai lainnya, menyatakan menolak untuk mengikuti diklat bela negara.

Diketahui, sebanyak 24 pegawai KPK yang tidak lulus TWK diberikan kesempatan untuk diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan mengikuti diklat bela negara dan wawasan kebangsaan.

Namun, dari 24 pegawai, hanya 18 yang menyatakan kesiapannya untuk mengikuti diklat bela negara.

"Dari 24 pegawai yang diberi kesempatan untuk mengikuti diklat, tercatat 18 orang telah bersedia dengan menandatangani formulir kesediaan untuk mengikuti diklat tersebut," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) KPK, Cahya Harefa melalui keterangan resminya, Rabu (21/7/2021).

Cahya menjelaskan, dalam proses diklat bela negara besok, KPK akan dibantu oleh pihak dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

Diklat bela negara juga rencananya akan dilaksanakan di Universitas Pertahanan (Unhan) RI di daerah Sentul, Bogor, Jawa Barat.

"Dari 18 pegawai yang bersedia, 16 orang akan mengikutinya secara langsung, sedangkan 2 pegawai yang masih menjalani isolasi mandiri Covid-19 akan mengikutinya secara daring," imbuhnya.

Lebih lanjut, dibeberkan Cahya, materi diklat bela negara sendiri meliputi studi dasar, inti, dan pendukung. Studi dasar, kata dia, mencakup wawasan kebangsaan (4 Konsensus Dasar Negara), Sishankamrata, kepemimpinan berwawasan bela negara, serta pencegahan dan penanggulangan terorisme atau radikalisme dan konflik sosial.

Sedangkan studi inti, yaitu mengembangkan nilai-nilai dan keterampilan dasar bela negara.

Sementara studi pendukung, antara lain pelaksanaan upacara pembukaan dan penutupan, muatan lokal (KPK), serta bimbingan dan pengasuhan.

"KPK berharap melalui diklat ini dapat menciptakan dan menumbuhkembangkan kesadaran bela negara serta wawasan kebangsaan bagi Insan KPK dalam menjalankan tugas-tugas pemberantasan korupsi," pungkasnya.

 

(ads)



TAGS :

Komentar