Ajukan Kasasi, Linda Fitria Terdakwa Kasus Pencemaran Nama Baik Dihukum Percobaan

  • 23 Juli 2021 15:25 WITA
Linda Fitria Paruntu
Males Baca?


MCWNEWS.COM, DENPASAR - Masih ingat dengan Linda Fitria Paruntu wanita asal Minahasa yang berseteru dengan istri perwira TNI-AU hanya gara-gara menyebut kata “kaya monyet” di media sosial Facebook?, setelah melalui perjalanan panjang di Pengadilan, wanita berparas ayu ini  akhirnya bisa tersenyum lebar. 

Pasalnya, usai divonis 9 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar karena dianggap terbukti melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan/pencemaran nama baik, ia akhirnya divonis hukuman percobaan di tingkat kasasi. 

Namun perjalanan untuk mendapatkan vonis percobaan ini tidaklah mudah.

Sebab sebelumnya, dia sempat mengajukan upaya hukum banding ke pengadilan tinggi Denpasar, tapi upaya itu belum membuahkan hasil karena majelis hakim ditingkat banding tetap menyatakan dia bersalah dan menguatkan putusan pengadilan negeri Denpasar. 

Atas vonis itu, Linda pun melawan dengan mengajukan upaya hukuman kasasi ke Mahkamah Agung.

Setelah menunggu beberapa bulan, putusan kasasi pun turun dan Linda tetap dinyatakan terbukti bersalah melakukan tidak pidana sebagaimana dimaksud dalam tuntutan jaksa penuntut umum.

Meski begitu, Linda tidak harus mendekam dalam penjara karena hakim tunggal kasasi, Dr. Suhandi dalam putusannya mengoreksi hukuman yang dijatuhkan Linda oleh hakim pengadilan negeri Denpasar menjadi hukuman penjara selama 8 bulan dengan masa percobaan selama 1 tahun. 

Artinya, pidana tersebut tidak perlu dijalani oleh terdakwa kecuali ada perintah lain dalam Putusan Hakim oleh karena Terdakwa melakukan suatu tindak pidana yang sama sebelum masa percobaan selama 1 (satu) itu selesai.

Tapi Linda masih bisa mendekam dalam penjara selama 2 bulan apabila tidak membayar denda Rp3 juta sebagaimana dalam putusan hakim kasasi. 

Mengenai putusan kasasi ini, dibenarkan oleh Jaksa Eddy Artha Wijaya, jaksa yang menangani perkara ini.

"Benar putusan kasasi sudah turun, saya terima pemberitahuan putusan ini dari pengadilan sekitar seminggu lalu,” kata Eddy Artha yang dihubungi, Jumat (23/7/2021).

Selain itu, jaksa Kejati Bali ini juga membenarkan bila hakim kasasi menjatuhkan vonis percobaan.

“Benar putusan 8 bulan penjara dengan masa percobaan selama satu tahun serta denda Rp3 juta subsider 3 bulan kurungan. Tapi mengenai apa pertimbangan hakim dalam memutus perkara ini kita tinggu saja salinan putusan utuhnya yang sampai sekarang belum saya terima,” pungkas Eddy Artha. 

Seperti diketahui, kasus yang menyeret Linda hingga ke Pengadilan ini berawal dari acara perpisahan SDK Tunas Kasih tempat anak terdakwa dan anak saksi korban sekolah.

Korban Simone Chritine Polhutri ditunjuk sebagai panitia perpisahan bersama empat wali murid lainnya.

Setelah digelar rapat, ditentukan perpisahan siswa kelas VI ini akan digelar di Nusa Penida.

Setelah acara berjalan, tepatnya pada 14 Mei, terdakwa Linda tiba-tiba komplain kepada panitia perpisahan karena anaknya mengalami luka saat bermain kano.

"Awalnya komplain tersebut disampaikan melalui grup Whatsapp wali murdi kelas VI,” jelas JPU dalam dakwaan.

Selanjutnya, terdakwa Linda yang emosi memposting status yang menuduh korban Simone dengan kata-kata kasar.

Dalam postingan tersebut korban Simone disebut monyet. Saksi korban dan keluarganya merasa malu dan terhina, karena apa yang dituduhkan oleh terdakwa tidak benar, apalagi menyamakan dengan monyet.

 

(eli)



TAGS :

Komentar