Pejabat di KPK Disanksi Dewas Buntut dari Kasus Pencurian Emas 1,9 Kg

  • 23 Juli 2021 15:50 WITA
Dewas Gelar Konpers Sidang Etik Pejabat KPK secara Virtual
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pengelolaan Barang Bukti dan Eksekusi (Labuksi) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Mungki Hadipratikto dijatuhi sanksi oleh Dewan Pengawas (Dewas). Ia disanksi ringan berupa teguran tertulis oleh Dewas KPK, mulai hari ini hingga enam bulan kedepan.

Dewas menyatakan bahwa Mungki Hadipratikto terbukti bersalah melanggar kode etik pegawai KPK. Ia melanggar kode etik karena menyembunyikan atau tidak melaporkan tindak pidana pencurian yang dilakukan oleh mantan pegawai KPK berisinial IGA, beberapa waktu lalu.

"Kepada saudara terperiksa yaitu saudara Mungki, dijatuhi sanksi ringan berupa teguran tertulis dua dengan masa berlaku hukuman selama enam bulan," kata Anggota Dewas KPK, Albertina Ho saat menggelar konpers di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (23/7/2021).

Albertina menyatakan, ada sebanyak dua pasal yang dilanggar oleh Mungki. Pasal Pertama yakni, karena Mungki dianggap tidak profesional bekerja sesuai dengan Standar Operasianal Prosedur (SOP) yang berlaku. Pasal kedua, Mungki dinilai tidak berintegritas.

"Kedua pelanggaran tersebut yang terbukti adalah, pertama tidak bekerja sesuai SOP, yaitu nilai dasar profesional. Profesionalisme yang diatur dalam Pasal ayat 1 huruf a," beber Albertina.

"Dan kedua, mengetahui adanya dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh insan Komisi, namun yang bersangkutan tidak melaporkan. Sebab, itu ada di dalam nilai dasar integritas pasal 4 ayat 1 huruf e," imbuhnya.

Diketahui sebelumnya, mantan pegawai pada Direktorat Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti, dan Eksekusi (Labuksi) KPK, berinisial IGA kedapatan mencuri emas batangan seberat 1,9 kilogram. Emas batangan tersebut merupakan barbuk perkara suap yang menjerat mantan pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo.

IGA nekat mencuri emas tersebut karena terlilit utang, diduga akibat gagal dalam bisnis trading foreign exchange (forex). Oknum pegawai KPK tersebut sudah sempat menggadaikan emas hasil curiannya dan mendapatkan hasil Rp900 juta. Uang Rp900 juta itu kemudian digunakan untuk membayar utangnya.

Atas peristiwa tersebut, Dewas telah menjatuhkan sanksi pelanggaran etik berat berupa pemecatan secara tidak hormat terhadap IGA. Oknum pegawai KPK tersebut pun telah dilaporkan ke pihak kepolisian atas dugaan pencurian atau penggelapan.

 

(ads)



TAGS :

Komentar