Diam-diam Kejari Denpasar Dalami Kasus Dugaan Korupsi di LPD Desa Adat Serangan

  • 27 Juli 2021 16:15 WITA
Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Denpasar Kadek Hari Supriadi
Males Baca?


MCWNEWS.COM, DENPASAR - Kejaksaan Negeri (Kejari) Depasar rupanya tidak hanya ingin mengungkap kasus dugaan korosi aci-aci di Dinas Kebudayaan Denpasar, tapi diam-diam juga tengah melakukan pengumpulan data dan bukti terkait dugaan adanya tindak pidana korupsi di LPD Desa Adat Serangan. 

Hal ini terungkap saat Kepala Kejaksaan (Kajari) Depasar Yuliana Sagala bertatap muka dengan wartawan usai memperingati Hari Bhakti Adhyaksa di Kantor Kejari Denpasar, Kamis (22/7/2021) lalu.

Saat itu Kajari Yulinana Sagala membenarkan bila pihaknya tegah mengusut kasus di LPD Desa Adat Seranga ini. 

“Benar, tim kami sedang mengumpulkan data tekait dugaan korupsi di LPD Desa Adat Serangan ini,” kata Yuliana Sagala kala itu. Hal ini pun kembali dipertegas oleh Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Denpasar Kadek Hari Supriadi. 

Pejabat asal Buleleng ini mengatakan, saat ini tim sedang melakukan penelusuran dan pengumpulan data terkiat dugaan korupsi di LPD Desa Adat Serangan.

”Dugaan korupsi ini dilaporkan oleh warga, dan saat ini tim kami sedang melakukan pengumpulan data dan keterangan di lapangan,” ujarnya menambahkan. 

Dintanya apakah selama melakukan penelusuran dan pengumpulan keterangan serta data di lapangan sudah ditemukan adanya perbuatan melawan hukum (PMH) ? Kasi Intel menjawab belum ada.

“Belum kami temukan PMH karena selama ini kan baru pengumpulan data,” tegasnya. 

Sementara itu menurut sumber yang tidak mau menyebutkan namanya, kasus dugaan korpusi di LPD Desa Adat Serangan ini diduga karena adanya kredit fiktif dan pinjaman yang tidak melalui prosedur dan tanpa jaminan.

Soal ini, Kasi Intel saat dintanya menjawab belum tahu karena masih dalam tahap pengumpulan data.

 

(eli)



TAGS :

Komentar