KPK Cecar Hengki Kurniawan Soal Proses Perencanaan Pengadaan Bansos di Bandung Barat

  • 28 Juli 2021 14:25 WITA
Hengki Kurniawan usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa mantan pemain sinetron Hengki Kurniawan, pada Selasa (27/7/2021).

Hengki diperiksa dalam kapasitasnya sebagai Wakil Bupati Bandung Barat. Ia didalami oleh penyidik terkait proses perencanaan hingga pengadaan Bantuan Sosial (Bansos) untuk penanganan Covid-19 di Bandung Barat.

Hengki diduga pernah merencanakan hingga membahas pengadaan Bansos Covid-19 dengan Bupati non-aktif Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna (AUS).

Aa Umbara Sutisna kini sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi Covid-19 pada Dinsos Pemkab Kabupaten Bandung Barat tahun 2020.

"Hengky Kurniawan (Wakil Bupati Bandung Barat), yang bersangkutan hadir dan didalami pengetahuannya antara lain mengenai dugaan adanya perencanaan dan pembahasan bersama dengan tersangka AUM terkait dengan bantuan Bansos dalam pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi Covid 19 pada Dinsos Pemkab Kabupaten Bandung Barat tahun 2020," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Rabu (28/7/2021).

Usai menjalani pemeriksaan pada Selasa (27/7/2021), kemarin, Hengki mengakui bahwa mengenal dengan pemilik PT Jagat Dir Gantara (PT JDG) dan CV Sentral Sayuran Garden City Lembang (SSGCL) M Totoh Gunawan (MTG) dan juga anak Aa Umbara Sutisna, Andri Wibawa (AW). Totoh Gunawan dan Andri Wibawa juga merupakan tersangka dalam kasus ini.

"Kalau pertemuan saya enggak tahu, tapi kalau dengan Pak Totoh saya kenal. Anak Pak Aa Umbara saya kenal, banyak nama-nama tapi suka lupa yang mana," kata Hengki.

Sekadar diketahui, KPK telah menetapkan Bupati non-aktif Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna (AUM) dan anaknya, Andri Wibawa (AW) selaku pihak swasta sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pengadaan paket bahan pangan (sembako) untuk penanggulangan pandemi Covid-19.

Tak hanya anak dan ayah tersebut, KPK juga menetapkan pemilik PT Jagat Dir Gantara (PT JDG) dan CV Sentral Sayuran Garden City Lembang (SSGCL) M Totoh Gunawan (MTG) sebagai tersangka dalam kasus ini. Para tersangka tersebut diduga total menerima keuntungan Rp5,7 miliar dari korupsi tersebut.

Dalam perkara ini, Aa Umbara Sutisna diduga menerima uang sebesar Rp1 miliar terkait pengadaan paket bahan pangan sembako untuk penanggulangan Covid-19 di Bandung Barat. Sedangkan Andri Wibawa, diduga menerima keuntungan sebesar Rp2,7 miliar. Sementara M Totoh Gunawan diduga menerima Rp2 miliar.

 

(ads)



TAGS :

Komentar