Pemilik 5 Kilo Ganja Dituntut 14 Tahun Penjara

  • 29 Juli 2021 21:10 WITA
Males Baca?


MCWNEWS.COM, DENPASAR - Pria bernama Rio Ronaldo (27) yang menjadi terdakwa dalam kasus narkotika berupaya tegar. Ini setelah ia dituntut 14 tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, Kamis (29/7/2021).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ida Bagus Putu Swadharma Diputra menyatakan bahwa perbuatan terdakwa yang ditangkap dengan barang bukti ganja seberat 5,5 kilogram ini sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 Ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika sesuai dakwaan alternatif pertama penuntut umum.

"Mohon majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama selama 14 tahun
dikurangi selama terdakwa dalam tahanan sementara dan denda sebesar Rp1 milliar subsidair 3 bulan penjara," kata jaksa dalam sidang yang dipimpin hakim Angeliky Handajani Day.

Atas tuntutan tersebut, terdakwa melalui kuasa hukumnya dari Posbakum Peradi Denpasar menyatakan akan melakukan pembelaan dalam sidang selanjutnya.”Kani mohon waktu menyusun dakwaan secara tertulis yang mulia,” pinta tim kuasa hukum terdakwa. 

Diberitakan sebelumnya penangkapan terdakwa bermula dari informasi yang diperoleh petugas kepolisian bahwa terjadi peredaran narkotika di wilayah Padangsambian, Denpasar Barat.

Dari tangan terdakwa yang ditangkap, Kamis (4/32021) sekitar pukul 08.00 Wita di Jalan Pulau Singkep, Pedungan, Denpasar Selatan ini, ditemukan tas plastik warna hitam di dalamnya berisi 5 tas plastik hitam dililit lakban coklat.

"Setelah dibuka tas plastik dililit lakban coklat di dalamnya masing-masing berisi daun, biji dan batang kering narkotika jenis ganja," ucap jaksa dalam dakwaan.

Guna pengembangan, pria asal Bekasi, Jawa Barat ini kemudian dibawa ke tempat kosnya di Jalan Gunung Athena No. XXIII No. 2, Banjar Padangsumbu, Desa Padangsambian Kelod, Denpasar Barat.

Dari dalam kamar kos terdakwa, kembali ditemukan satu tas plastik hitam dililit lakban coklat berisi daun, biji dan batang kering ganja, satu plastik klip berisi daun, biji dan batang kering dan 3 kotak kertas papir.

Saat diinterogasi, terdakwa mengaku mendapatkan ganja dari seseorang yang dipanggil Mas Bro (DPO). Dalam perintahnya, Mas Bro lalu menyuruh terdakwa untuk menaruh, menempel atau menyerahkan kepada seorang pembeli atau pemesan.

"Untuk mengambil terdakwa memperoleh upah Rp200 ribu, kalau menaruh atau menempel diberi upah Rp500 ribu," jelas jaksa.

 

(eli)



TAGS :

Komentar