Alasan Tak Mau Langgar PPKM, Penetapan Sita Jaminan Batal Telaksana

  • 31 Juli 2021 04:32 WITA
Males Baca?


MCWNEWS.COM, DENPASAR - Kawasan resort Jimbaran Hijau di Desa Jimbaran, Badung, Bali dipadati massa.

Dari pantauan di lokasi, massa yang sebagian besar berbadan kekar ini berkerumun di pintu masuk hingga berada di dalam resort, Jumat, (30/7/2011).

Meski begitu, kehadiran massa ini sama sekali tidak mengganggu ketertiban. Tapi entah kenapa, juru sita PN Denpasar Komang Bayu Wirawan memilih meninggalkan lokasi setelah mendapat petunjuk dari pimpinannya.

Diketahui, sejatinya juru sita akan melaksanakan penetapan sita jaminan dari majelis hakim PN Denpasar.

Juru Bicara PN Denpasar, Gede Putra Astawa dikonfirmasi lewat sambungan telepon membenarkan kedatangan juru sita ke lokasi untuk melaksanakan penetapan sita jaminan yang diajukan pemohon I Nyoman Siang, warga Jimbaran. 
 

Dikarenakan banyak kerumunan massa, juru sita akhirnya kembali ke kantor dengan pertimbangan mengikuti aturan PPKM dimana salah satu poinnya tidak boleh ada kerumunan.

Dalam aturan PPKM disebutkan kerumunan massa tidak boleh melebihi dari 20 orang. Selain itu, di lokasi tidak ada aparat kepolisian.

“Atas pertimbangan itu, juru sita akhirnya menunda pelaksanaan sita jaminan. Ini bukan ekskusi ya..juru sita hanya melaksanakan sita jaminan sesuai penetapan majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini,” ujar Gede Putra Astawa. 

Sementara itu, kuasa hukum Jimbaran Hijau, Agus Samijaya menjelaskan lahan tersebut sah milik Jimbaran Hijau.

Sebelumnya tanah tersebut atas nama PT Citratama Selaras yang dibeli secara sah dari warga Jimbaran.

Tanah ini pernah jadi sengketa tahun 1990 namun dimenangkan oleh PT Citra Selaras. 

Bahkan, putusan PN Denpasar tersebut sudah berkekuatan hukum tetap dan diekskusi. Tapi, obyek tersebut kini digugat lagi oleh I Nyoman Siang dengan tergugat PT Citratama Selaras. 

Agenda sidang perkara ini tengah memasuki tahap pembuktian dengan majelis hakim, AA Aripathi Nawaksara (Ketua), Koni Hartanto dan Angeliky Handajani Dai (keduanya sebagai anggota).

“Kita pertanyakan kenapa perkara sudah incrah dan diekskusi kok disidangkan lagi, apalagi sampai keluar penetapan sita jaminan, ada indikasi apa dengan majelis,” tanya Agus Samijaya.

 

(eli)



TAGS :

Komentar