Politikus PDI-P Kritisi Pernyataan Gubernur Papua Barat soal Pemberian Nama RSUD

  • 31 Juli 2021 16:05 WITA
Wakil Ketua PDI-Perjuangan Kota Sorong bidang Hukum dan Ham, Yosep Titirlolobi
Males Baca?


MCWNEWS.COM, SORONG - Wakil Ketua PDI-Perjuangan Kota Sorong bidang Hukum dan Ham, Yosep Titirlolobi mengkritisi pernyataan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, terkait pengabadian Jimmy Demianus Ijie sebagai nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Papua Barat. Yosep mengingatkan agar Gubernur Papua Barat tidak melupakan apa yang telah dilakukan oleh Jimmy Demianus Ijie.

Demikian diungkapkan Yosep menanggapi pernyataan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan yang menyebut bahwa pemberian nama Jimmy Demianus Ijie sebagai sebutan di salah satu RSUD Papua Barat tidak boleh dilakukan sepihak. Menurutnya, apa yang dikatakan Gubernur Papua Barat tersebut, sangat melukai masyarakat Sorong Raya, khususnya warga Kabupaten Maybrat 

"Gubenur Papua Barat seperti orang yang tidak tahu berterima kasih atas perjuangan dan jasa-jasanya almarhum Pak Jimmy Demianus Ijie sebagai aktor dalam melahirkan Provinsi ini yang dulu bernama Irian Jaya Barat dan sekarang bernama Papua Barat," kata Yosep melalui keterangan resminya, Sabtu (31/7/2021).

"Ini tandanya Gubenur adalah seorang pemimpin yang plin plan dalam mengambil suatu keputusan, apa lagi Gubenur mengatakan bahwa untuk pemberian nama tokoh kepada fasilitas public harus mempertimbangkan semua sektor terkait," imbuhnya.

Yosep menilai, apa yang dikatakan Gubernur Papua Barat kurang tepat. Sebab, sambungnya, lahan RSUD tersebut sudah dibeli oleh Pemprov.

Oleh karenanya, Pemprov tidak perlu lagi meminta izin dari masyarakat sekitar. Akan tetapi, soal penentuan nama adalah hak perogratif gubernur untuk menentukan.

"Bagi saya itukan keluarga baru usulkan di dalam sambutan di rumah duka, diterima atau tidak ya itu keputusan Gubernur bukan sebaliknya Gubenur mengatakan warga sekitar mungkin sudah memiliki nama khusus yang disiapkan, inikan jawaban yang kekanakan dan kalau saya melihat Gubenur Papua Barat seperti tidak ingin nama Jimmy Demianus Ijie di abadikan namanya Difasilitas Public di Provinsi Papua Barat atau jangan-jangan Gubernur juga ingin namanya tertera disitu," bebernya.

Yosep mengingatkan bahwa Almarhum Jimmy Demianus Ijie merupakan sosok yang mendorong dan meminta Dominggus Mandacan untuk maju sebagai Calon Gubernur Papua Barat  menggantikan almarhum Abraham O Ataruri (Mantan Gubernur Papua Barat).

Sebab, dikatakan Yosep, saat itu almarhum Jimmy Demianus Ijie ingin melihat putra terbaik asal Arfak memimpin Provinsi ini. Atas dasar itu, Jimmy Demianus Ijie membuktikan menjadi ketua Tim pemenangan Dominggus-Lakatoni.

Lebih lanjut, kata Yosep, mengenai nama RSUD, ia meminta agar mencontoh Kabupaten Sorong dalam pemberiaan nama RSUD Kabupaten Sorong. Atas  permintaan keluarga almarhum mantan Bupati Kabupaten Sorong dua periode Jhon Piet Wanane.

Di mana, pada saat pemakaman almarhum Jhon Piet Wanane karena dilihat jasanya almarhum dalam membangun Kabupaten Sorong, dan mempersiapkan Daerah Otonomi Baru di Sorong Raya dan Sumber Manusia di Wilayah Sorong, usulan ini mendapat respon positif dari Bupati Sorong dan pada saat sambutan Bupati pada saat pemakaman langsung secara spontan Bupati setuju tanpa harus meiminta pertimbangan dari pemilik hak ulayat atau warga disekitar RSUD.

Hal ini juga selaras dengan pemeberian nama Jalan Brigjen Purn. Abraham O Atururi di lingkungan perkantoran Gubernur Papua Barat jadi tidak harus meminta persetujuan Masyarkat hak Ulayat.

Gubernur Papua Barat Harus Bijak memposisikan Tokoh pembentukan Provinsi Papua Barat dan Jangan ada diskriminatif terhadap tokoh kunci, level Jimmy Demianus Ijie sama dan sejajar dengan Alm. Bram Ataruri sehingga kedua Tokoh ini layak diabadikan di Provinsi Papua Barat.

"Gubernur papua barat harus menggunakan kacamata ketokohan level Provinsi untuk mengabadikan mereka yang berjasa dalam mendirikan Provinsi Ini, artinya mereka yang bejasa bagi kehadiran Provinsi ini, itu yang namanya diabadikan agar para generasi Papua Barat mendatang tidak akan pernah melupakan sejarah berdirinya provinsi ini," kata Yosep.

"Sebaliknya jika level ketokohan lokal tingkat kabupaten manokwari mereka itulah layak diabadikan pada setiap aset di lingkungan pemerintah kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Papua Barat," pungkasnya.

 

(ads)



TAGS :

Komentar