KPK: 10 Pegawai Meninggal Dunia dari 436 yang Terpapar Covid-19

  • 02 Agustus 2021 13:15 WITA
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 10 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tercatat meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona (Covid-19). Sementara itu, dari data yang tercatat di KPK sejak awal pandemi hingga saat ini, sudah ada 436 pegawai yang terpapar Covid-19.

"Kami mencatat sejak awal 2020 sampai dengan tgl 31 Juli 2021 jumlah pegawai yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 436 orang. Khusus pada Kedeputian Penindakan berjumlah 141 orang," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Senin (2/8/2021).

Ali menjabarkan, dari 436 pegawai yang terpapar virus corona, sebanyak 169 diantaranya terinfeksi pada tahun 2021. Sedangkan sisanya, terpapar sepanjang tahun 2020. KPK berduka karena dari ratusan pegawai yang terpapar tersebut, sepuluh diantaranya meninggal dunia.

"KPK juga mengalami duka yang mendalam, karena selama kurun waktu 2020- 2021, sebanyak 10 orang Pegawai KPK meninggal dunia dan terakhir adalah Penyidik KPK Alm. Kompol Ardian Rahayudi," beber Ali.

Ali mengaku bahwa pihaknya sudah berupaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona di lingkungan KPK. Hingga saat ini, tersisa 44 pegawai KPK yang dinyatakan belum sembuh atau masih terkonfirmasi positif Covid-19.

"Kami terus berjuang melawan dan berupaya menyelamatkan Insan KPK dari wabah Covid-19. Beberapa pegawai telah sembuh dan saat ini data hingga akhir Juli 2021 masih terdapat 44 orang di lingkungan KPK yang masih terpapar covid 19. 4 orang diantaranya  masih dirawat di Rumah sakit," papar Ali 

"Mari kita terus berdoa dan berupaya, semoga teman-teman yang sedang sakit segera sehat, pandemi segera berlalu, dan negeri ini kembali pulih," sambungnya.

Lebih lanjut, Ali menyatakan bahwa KPK akan terus bekerja memberantas korupsi di tengah keterbatasan personel. Namun, sambung Ali, keselamatan jiwa merupakan hukum tertinggi.

"Dalam situasi pandemi dan keterbatasan personel KPK seperti saat ini, kami memastikan pemberantasan korupsi tetap berjalan. Meski begitu, KPK tetap mengutamakan keselamatan jiwa Insan KPK, karena keselamatan jiwa merupakan hukum tertinggi, “Salus populi suprema lex esto”," pungkasnya.

 

(ads)



TAGS :

Komentar