Kejati Tunjuk Jaksa Tangani Kasus Dugaan Penggelapan DO Pembangunan Pembangkit Listrik di Benoa

  • 02 Agustus 2021 21:15 WITA
Kasi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi Bali, A. Luga Herlianto
Males Baca?


MCWNEWS.COM, DENPASAR - Kasus dugaan penggelapan dana operasional (DO) pembangkit listrik di Pelabuhan Benoa, Denpasar yang ditangani Polda Bali dan sudah menetapkan tiga orang tersangka nampaknya masih terus berlanjut.

Hal ini lantaran pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali yang sebelumnya menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari penyidik Polda Bali dikabarkan telah menunjuk Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang akan mengawal kasus ini hingga ke Pengadilan nanti. 
 

Kasi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi Bali, A. Luga Herlianto saat dikonfirmasi, Senin (2/8/2021) membenarkan bahwa Kejaksaan telah menunjuk jaksa dalam kasus ini.

”Benar, pimpinan telah menunjuk jaksa yang nantinya aja mengawal kasus ini,” terang pejabat yang akrab disapa Luga ini. 

Namun siapa jaksa yang dimaksud, mantan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Nusa Penida ini enggan menyebutkannya.

"Saya tidak bisa sebut siapa nama jaksanya, yang jelas jaksanya sudah ada,” tegas pejabat berdarah Batak ini. 

Namun demikian, Luga mengatakan bahwa dalam perkara ini, jaksa hingga saat ini belum menerima berkas,

“Karena berkas belum ada maka, posisi kasus seperti apa jaksa sampai sekarang belum tahu yang ditahu hanya kasus penggelapan gitu aja,” pungkasnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, penyidik Krimsus Polda Bali telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus ini.

Mereka adalah mantan Direktur Utama PT PEL Kokok Susanto yang kini menjabat sebagai Direktur Teknik Pelindo III, lalu Irsyam Bakri selaku General Manager PT PEL Regional Bali Nusra dan Direktur Utama PT Pelindo Energi Logistik (PT PEL) Wawan Sulistiawan. 

Alasan penetapan tersangka terhadap tiga pejabat kerabat PT Pelindo akhirnya terkuak. Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka pada bulan Maret 2021 lalu oleh karena diduga melakukan penggelapan dana operasional pembangkit listrik dengan sistem gas atau Liquified Natural Gas (LNG).

Ketiganya menjadi tersangka setelah pihak PT Benoa GasTerminal (BGT) yang diajak kerjasama dalam membangun proyek pembangkit listrik melaporkan ada yang tidak beres dalam perjalanan kerjasama yang telah mereka jalin.

 

(eli)



TAGS :

Komentar