KPK Belum Juga Umumkan Tersangka Kasus Korupsi Gereja di Papua, Ada Apa?

  • 11 Agustus 2021 10:00 WITA

Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga kini belum juga mengumumkan nama-nama tersangka kasus dugaan korupsi terkait proyek pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 Tahap 1 Tahun Anggaran 2015 di Kabupaten Mimika, Papua. Pun demikian terkait konstruksi utuh perkara tersebut. 

Padahal, proses penyidikan kasus ini sudah dimunculkan ke publik sejak awal November 2020. Namun, sembilan bulan berlalu, KPK juga tak kunjung mengumumkan secara resmi kasus ini. Akhir-akhir ini KPK juga tak tampak memanggil saksi-saksi untuk proses penyidikan kasus ini. Lantas, kenapa KPK tak juga mengumumkan tersangka dalam kasus ini ke publik?

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengklaim bahwa pihaknya saat ini masih berupaya menuntaskan kasus tersebut agar dapat diumumkan secara resmi ke publik. Hanya saja, KPK masih terkendala di penghitungan kerugian keuangan negara akibat pembangunan Gereja Kingmi Mile 32. Saat ini, KPK terus berkoordinasi dengan ahli keuangan untuk memastikan kerugian negara dalam kasus ini.

"Sejauh ini tim penyidik masih komunikasi dan koordinasi dengan ahli keuangan negara dan juga perhitungan kerugian negaranya," singkat Ali saat dikonfirmasi MCWNEWS.COM, Rabu (11/8/2021).

Dikonfirmasi lebih jauh soal kapan rencana KPK akan mengumumkan tersangka terkait kasus korupsi pembangunan Gereja ini, Ali tak dapat memastikan. Ia hanya menekankan bahwa KPK akan terbuka dalam setiap perkembangan penanganan perkara ini.

"Nanti kami informasikan perkembangannya. Kami pastikan KPK terbuka dan transparan setiap kegiatannya sepanjang sesuai aturan diperbolehkan untuk di publikasi," pungkasnya.

Beberapa waktu lalu, KPK mengklaim sudah mengantongi keterangan dari 54 saksi terkait penyidikan kasus dugaan korupsi terkait proyek pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 Tahap 1 Tahun Anggaran 2015 di Kabupaten Mimika, Papua ini. Para saksi tersebut terdiri dari pejabat pemerintahan setempat serta pihak swasta.

Tapi sayangnya, hingga saat ini belum diketahui berapa nilai kerugian keuangan negara akibat proyek pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 tersebut. KPK masih terus berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) serta sejumlah ahli berkaitan dengan penghitungan jumlah pasti kerugian keuangan negara dalam perkara ini.

Sekadar informasi, KPK sudah lama mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 Tahap 1 tahun anggaran 2015 di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. KPK sudah masuk proses penyidikan dalam pengusutan perkara tersebut.

Sejalan dengan proses penyidikan tersebut, KPK sebenarnya sudah menetapkan sejumlah tersangka dalam perkara ini. Berdasarkan informasi yang dihimpun tim MCWNEWS.COM, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka dalam proses penyidikan perkara ini. 

Ketiga tersangka tersebut yakni, seorang kepala daerah di Papua, seorang pejabat Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan seorang kontraktor. Ali Fikri tidak membantah ihwal sudah adanya tersangka dalam perkara ini.

Kendati demikian, Ali masih enggan membeberkan siapa saja tersangka terkait dugaan korupsi pembangunan gereja di Mimika, Papua tersebut. Sebab, kata Ali, itu menjadi kebijakan baru pimpinan KPK saat ini.

"Kami saat ini belum dapat menyampaikan detail pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka karena sebagaimana telah kami sampaikan bahwa kebijakan Pimpinan KPK terkait ini adalah pengumuman tersangka akan dilakukan saat upaya paksa penangkapan atau penahanan telah dilakukan," beber Ali.

 

(ads)



TAGS :

Komentar