LP3BH Dorong Hakim PN Manokwari Beri Hukuman Berat Pelaku Pembunuh Dua Pemuda Papua

  • 12 Agustus 2021 14:20 WITA
Yan Christian Warinussy, SH

Males Baca?


MCWNEWS.COM, MANOKWARI - Kasus dugaan pembunuhan terhadap 2 (dua) pemuda asli Papua bernama Daud Larry Wambrauw dan Hugo Bastian Gabriel Saiduy yang terjadi pada 23 Maret 2021 lalu mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Manokwari Kelas IB. 

Dalam perkara ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) Benoni Kombado mendakwa kedua terdakwa yakni masing-masing Aidi Adhari Umar Zain (22) dan Muhammad Suaib (22) dengan pasal berlapis.

Yakni Pasal 340 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP pada dakwaan pertama.

Kemudian dakwaan kedua dengan Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP, serta dakwaan ketiga dengan Pasal 351 ayat (3) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

"Melihat dakwaan JPU, dapat diduga bahwa kedua terdakwa terancam hukuman paling berat yaitu hukuman mati," kata Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari Yan Christian Warinussy, SH kepada wartawan, Kamis (12/8/2021).

Sebagai advokat dan pembela Hak Asasi Manusia di Tanah Papua, ia mendesak Ketua Pengadilan Negeri Manokwari melalui majelis hakim pidana yang mengadili perkara dugaan tindak pidana pembunuhan tersebut agar memeriksa secara cermat peristiwa pembunuhan ini.

Menurutnya, dakwaan jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Manokwari tersebut sekiranya menjadi pedoman bagi majelis hakim dalam menelusuri peristiwa tragis yang menimpa keluarga Wambrauw dan keluarga Saiduy sekitar 5 buan lalu itu.

"Sehingga kiranya hal ini dapat benar-benar menjadi patokan bagi majelis hakim pidana di Pengadilan Negeri Manokwari Kelas IB dalam memeriksa perkara ini demi memenuhi rasa keadilan yang hidup di masyarakat, khususnya pada keluarga kedua korban naas tersebut," tegasnya.

Sidang kasus dugaan pembunuhan di Pengadilan Negeri Manokwari Kelas IB sendiri dipimpin hakim ketua Cahyono Riza Adrianto dengan hakim anggota Behind Jefri Tulak, dan Bagus Sumanjaya. Sedangkan Panitera Penggantinya Veronica Angwarmase.

Dalam sidang pertama dengan agenda pembacaan dakwaan oleh JPU Benoni Kombado, Kamis (12/8/2021), kedua terdakwa berada di Rutan Polres Manokwari dan mengikuti sidang secara virtual.

"Sidang akan dilanjutkan Senin, 16/8/2021 depan pukul 09:00 wita dengan agenda pemeriksaan saksi," jelas Yan.

 

(ag/red)



TAGS :

Komentar